Dear God,
We Want to Be The Sun or The Moon more than The Star

Ya Tuhan, Jadikanlah kami seperti Matahari, seperti Bulan dan seperti Bintang-Bintang


Terima kasih atas kunjungan anda!




Tampilkan postingan dengan label Tentang Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2010

Agama dan Ilmu

Di antara Agama dan Ilmu, tak ada yang lebih baik dari keduanya.
Namun ketika memadukan keduanya menjadikan kita manusia lebih sempurna........
Seperti apa yang ditulis Eyang Enstein ;
Agama tanpa Ilmu adalah buta dan Ilmu tanpa agama adalah tuli

Sabtu, 14 Maret 2009

Aku BelumTahu

Semakin banyak kita belajar dan membaca dari media internet tv radio, ternyata banyak hal yang kita belum tahu. Banyak sekali informasi yang beredar di internet, bahkan setiap detik tersaji informasi terbaru. Sebagian informasi tersebut bermanfaat bagi kehidupan kita dan informasi lainnya bersifat negatif dan bisa dikatakan sampah.Memang tak mungkin kita mengetahui semua informasi yang beredar di dunia maya. Kita hanya mendapatkan sebagian kecil dari informasi yang ada. Apa yang yang mampu untuk kita ingat/ketahui sangatlah terbatas, adalah setetes air dari samudera dari semua ilmu yang Allah ciptakan (meski lebih luas dari samudera). Membayangkan luasan samudera saja kita tidak mampu apalagi diluar itu, dalam kasus ini kita harus menyederhanakan/memperkecil tanpa kehilangan maknanya.
Dan mengenai informasi yang negatif tentu kita sendirilah yang harus bersikap bijaksana. Kita tidak bisa menghindarinya untuk masuk dan melintasi didepan kita. Sepanjang kita bisa mengendalikan diri informasi negatif bisa memberi pelajaran bagi kita dan kita dapat mengambil hikmahnya.
Dunia ini dibentuk saling berkaitan/berlawanan/berpasangan, kita lihat siang-malam, terang-gelap,bahagia-sedih, pria-wanita, proton-elektron, positif-negatif . Keduanya selalu beriringan dan tidak bisa dipisahkan, dan kadang mereka muncul bersamaan. Menghilangkan salah satu dari kedua hal tersebut adalah tidak mungkin, kita hanya bisa membuatnya seimbang sebagaimana didefinisikan Yin-Yang dalam masyarakat China.
Beberapa hari yang lalu tak sengaja aku menemukan sebuah artikel yang membuat saya terkesan. Berbagai bentuk cristal air yang telah dibekukan, yang telah diteliti seorang profesor dari Jepang, Masaro Emoto. Tulisan, kata, musik dan doa menghasilkan vibrasi yang mempengaruhi bentuk kristal air. Perkataan bagus, musik yang lembut dan doa yang akan membuat susunan kristal menjadi indah dan bagus sedangkan perkataan/tulisan yang negatif membuat susunan kristal menjadi berantakan. Selama ini banyak beredar informasi bahwa air dapat digunakan untuk media penyembuhan berbagai penyakit. Air murni yang telah diberikan doa kemudian diminum oleh pasien dan penyakitpun hilang.
Meski penelitiannya sudah direalese beberapa tahun yang lalu aku baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu.
Bentuk Kristal Air Suling
Pesan "Thank You"
Pesan "You make me sick !"
Musik "Mozart No 40"
"Heart Mark"
Untuk informasi lebih lanjut bisa anda dapatkan di www.emotoproject.org

Rabu, 07 Januari 2009

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Beberapa hari lalu Pak Warsito minta padaku untuk mencetak sebuah dokumen, dimana sebelumnya telah minta seorang sahabatku namun tidak sesuai dengan yang beliau minta . Sahabat tersebut memang belum paham tentang settingan itu, maklum masih baru belajar. Ketika Pak Warsito meminta padaku lalu kukerjakan sehingga hasilnya sesuai dengan permintaan beliau.

Setelah itu bapak ini mengatakan bahwa 'di atas langit masih ada langit' yang membuatku terkejut. Pernyataan itu selalu terngiang di telingaku memaksaku untuk mengingat dan memahaminya. Peribahasa tersebut benar bahwa mengetahui seseorang pandai ternyata masih ada orang yang lebih pandai lagi. Benar saja aku membandingkan dengan sahabatku, meski aku lebih tau dari pada sahabatku dalam kasus itu, aku merasa masih ada yang lebih mahir lagi dariku.

Keahlianku masih jauh dibawah jika dibandingkan dengan para blogger yang lain. Akupun tahu karena belajar dari tulisan mereka, tanpa mereka aku tak tahu dari mana aku harus mulai belajar. Dimanapun peribahasa ini berlaku, sehingga kita terhindar dari sifat sombong dan congkak. Kita tak boleh merasa paling pandai, paling tampan atau paling kaya, perasaan ini harus kita eliminasi. Peribahasa 'di atas langit masih ada langit' sangat bagus untuk mengingatkan kita ketika dalam kesuksesan untuk selalu waspada dan tidak sombong.

Sabtu, 27 Desember 2008

Ilmu

Ilmu tidak berpihak, selalu lugu, murni dan objektif

Ilmu tak mengenal agama yang kita anut

Ilmu juga tak mengenal kasta kita darimana

Ilmu tak mengenal apakah kita pria atau wanita

Ilmu tak mengenal usia kita tua atau muda

Ilmu tak mengenal kita miskin atau kaya

Gunakan kebijaksanaan dalam menerapkan ilmu

Senin, 15 Desember 2008

Allah Maha Besar

Aku tahu apa yang kupahami tentang Allah jauh dari cukup, toh aku bukan seorang ahli ibadah, bukan juga seorang yang ahli agama. Aku juga bukan termasuk orang orang yang sepenuhnya taat pada agama. Aku melakukan sebagaian perintah dalam agama disisi lain juga melakukan hal yang dilarang agama. Beruntung bagi mereka yang taat dalam agamanya, tentu hidupnya akan bahagia baik meski dalam berkelimpahan harta ataupun tidak.

Allah Maha Besar

Waktu ku belajar tentang keBesaran Allah, hingga aku bingung juga memahami tentang makna itu. Dalam perjalanan waktu tidaklah mudah untuk mengetahui esensinya, hingga suatu saat aku menemukan hal yang menurutku penjelasan dari kebesaran Allah. Saat kecilku desa yang aku ketahui adalah tempat tinggal dan beberapa desa tetangga. Saat itu aku tidak mengetahui bahwa masih desa lain di dunia ini. Kemudian seiring berjalan waktu aku mulai mengetahui desa lain dan mendengar bahwa ada kota juga di dunia ini. Pertama kali mendengar kota dalam hati bertanya kira kira seperti apa yang namanya kota. Waktu pertama kali singgah kota tersebut aku baru tahu ternyata kota seperti ini. Seiring berjalan waktu aku juga mendengar ternyata ada kota lain, Semarang, Surabaya, Jakarta. Kemudian muncul masih adakah kota lain di dunia ini, hingga saat dewasa aku mendengar ada kota lain di bumi ini New York Tokyo Singapura dan lainnya. Beberapa kota aku tahu dan bahkan pernah singgah disana, namun masih banyak kota aku tidak mengetahuinya. Aku hanya bisa mendengar bahwa kota ini begini dan begitu dari surat kabar tv atau internet. Masih banyak hal yang tidak ku ketahui dengan kota lain, semisal ada waktu dan dana aku pasti akan mengunjunginya. Yang aku ketahui masalah kota-kota dan yang pernah aku singgah hanya sebatas kota dalam negeri, itupun baru beberapa. Apalagi kalo semua kota di dunia ini. Pasti tidak akan sanggup untuk mengunjungi/singgah ke semuanya, diperlukan waktu dan dana yang besar sekali. Dalam perjalanan hidupku tidak akan pernah bisa menyinggahi satu persatu kota itu.

Ada Yang Lebih Besar Lagi

Ketika pengetahuan tentang kota-kota di dunia ini belum selesai aku singgahi /pelajari. Aku mendengar bahwa di angkasa sana ada Matahari, planet-planet, meteor, satelit. Beberapa tahun terakhir aku membaca informasi bahwa bumi ini masuk dalam Galaksi Bima Sakti, satu dari sekian ribu galaksi di alam semesta. Bagaimana aku bisa menunjungi Galaksi galaksi itu yang jaraknya tahun cahaya. Lagi kota dalam negeri saja aku baru mengunjungi beberapa. Itupun jaraknya hanya dalam orde kilometer, bagaimana mungkin mengunjungi galaksi yang ordenya tahun cahaya. Tidak bisa membayangkan.

Lagi jika kita lihat perbandingan bumi, bulan, planet-planet dan matahari beserta asteroide.Belum bisa memahami bagaimana besarnya bumi yang kita tempati, dari informasi yang kita dapat bahwa bumi ini ukurannya tidak seberapa dibanding matahari. Belum lagi ukuran Bumi, gunung, danau, pulau dan laut yang masih dalam bumi saja aku tidak bisa menjangkau. Dan ternyata masih ada bintang di angkasa sana yang ukurannya melebihi matahari. Setiap ada yang lebih besar bintang yang ditemukan oleh para ilmuwan, pada waktu berikutnya ditemukan bintang yang melebihi ukurannya. Bumi, Matahari, Planet, Bintang beserta alam semesta ini adalah ciptaan Allah, sang penciptanya Allah tentu Maha Besar lagi.

Menurutku seperti itulah sedikit pemahamanaku tentang Kebesaran Allah. Aku tidak akan mampu mengukur kebesarannya meski setetes dari air laut di samudera. Ketika aku baru mengetahui yang bahwa yang terbesar adalah kolam, di lain waktu di luar sana masih telaga, danau, lautan dan samudera. Ketika aku baru mengenal sedikit tetang besarnya bumi ini, ternyata diluar sana masih ada planet matahari dan bintang, belum lagi galaksi.

Setiap aku mengetahui sesuatu yang besar aku juga mengetahui bahwa Allah lebih besar lagi dari semua itu.

Minggu, 23 November 2008

Ayam dan Telur Mana Dulu?

Sering beredar pertanyaan : "Diantara ayam dan telur mana yang paling dulu ada ?" Aku sering mendengar pertanyaan semacam. Memang ssusah jawab dari pertanyaan itu. Sepertinya tidak ada jawaban yang memeuaskan. Sama juga ketika dalam kondisi di masayarakat, sering kita temui kebanyakan orang yang pandai/pintar atau istimewa adalah anak dari orang orang berada. Dan jarang kita jumpai di masyarakat yang kurang mampu. Lagi banyak kita lihat juga bahwa anak orang yang kaya akan tetap kaya dan rata-rata mereka pintar /punya kelebihan dibanding orang lain. Paling tidak di bidang yang sama dengan orang tua. Meski kita juga lihat ada sebagian orang yang pintar dari orang tua yang miskin atau anak orang kaya namun anaknya tidak pintar. Ketika diteliti secara kasar bahwa anak orang kaya akan menerima fasilitas yang lebih dari orang tuanya lebih baik dibanding dengan mereka yang orang tuanya miskin. Dari itu pemikiran dan sifat tentunya akan lebih menonjol dari mereka yang orang tuanya miskin. Ketika dibanding kan dengan pertanyaan serupa dengan pertanyaan di atas kurang lebih begini : Pintar dulu baru kaya atau Kaya dulu baru Pintar. Ketika pertanyaan serupa diajukan kepada saya lagi, sekarang aku sudah punya jawabnya. Tidak peduli siapa yang dulu entah ayam atau telor, ketika saat ini posisi saya telor, aku akan berusaha menjadi ayam dan kemudian aku juga akan menghasilkan telor lagi. Namun bila saat ini posisi saya adalah ayam tentu seekor ayam akan menghasilkan telor lagi. Gitu saja kok mbulet......!

Senin, 22 September 2008

Ilmu Belum Cukup

Siang hari, seorang kakek datang kerumah. Saat itu aku lagi santai, dan segera kusambut dia kubersihkan temat duduk dan kupersilakan duduk. Pertama kakek tersebut minta tolong untuk benerin jam dindingnya yang bermasalah. Aku sendiri juga heran, kenapa dia selalu mencariku padahal aku sendiri sudah tidak hobi dengan ilmu perbaikan. Memang aku dulu pernah suka elektronika dan sering para tetangga atau kawan minta dibenerin tape atau radio mereka. Saat itu aku memang suka dengan hal-hal berbau elektronika, aku juga pernah merangkai radio/tape dan amplifier dan beberapa teman juga pernah kubuatkan. Mungkin dari perjalananku itu sampai sekarang masih banyak tetangga yang meminta benerin alat elektronik mereka, namun sering ku tolak. Aku tidak lagi menemukan rasa saat memperbaiki elektronika, kalau dulu aku sering sampai lupa segalanya ketika sudah menyentuh elektronika. Dari siang sepulang sekolah sampai jam dua malam berkutat dengan resistor dan transistor. Saat itu aku tidak merasa kelelahan, yang ada adalah rasa penasaran dan rasa ingin tahu yang begitu tinggi, mungkin hal itu yang membuat aku bisa bertahan beberapa jam. Kembali ke seorang kakek, sebenarnya dia adalah masih kerabat kemenakan bapak namanya Pakdhe Manto, keluargaku memanggil namanya. Mungkin menemuiku hanya salah satu alasan saja, masih ada alasan lain yaitu pembicaraan yang lebih panjang dan menarik. Seperti sudah biasanya ketika bertemu dengan bapak akan dilanjutkan dengan cerita tentang kehidupan dan peristiwa yang dekat dengan kami. Topik tadi siang mengenai bantuan langsung tunai yang diberikan oleh pemerintah telah sampai kepada kami. Dan masalahnya adalah terjadi pertikaian antara seoran warga dan ketua RT. Namun pertikaian dapat diredam berkat usaha Pakdhe, padahal saat itu ada banyak orang yang lebih muda, namun mereka tak berkutik menghadapi situasi tersebut. Mereka semua justru heran kenapa sepak terjang Pakdhe bisa meredam gejolak salah satu mereka. Jika tidak pasti ada yang babak belur diantara mereka. Pakde bercerita dengan bangga sekali dan kamipun senang juga mendengarnya. Kami sudah sering mendengar cerita sepak terbangnya dalam menyelesaikan masalah dari yang sederhana sampai yang menurutku rumit, mungkin kalo orang lain sudah menyerah. Dulu juga pernah saat peristiwa G30S/PKI dia ikut ambil bagian menyelamatkan orang yang dipenjara. Dia harus berhadapan dengan tentara yang dia sebut dengan istilah tentara Bego. Dia menyebutnya demikian karena para tentara dalam operasi pemulihan G30S/PKI tidak bisa bahasa Jawa. Dan pakdhe tidak bisa dengan bahasa Indonesia, sehingga kalo diinterograsi gak pernah nyambung. Saat itu pakdhe harus menempuh berkilometer menuju penjara di tingkat kabupaten. Ada kerabat yang menjadi korban salah tangkap, maklum saat itu memang rawan, siapa saja yang banyak ngomong bisa dimasukkan dalam daftar pemberontak. Bekal yang dia bawa saat itu cuma bekal nekat beserta surat sakti yang dia peroleh dari pak lurah, surat nikah dan surat sakti dari temannya. Sehingga setiap ada pos pemeriksaan, pakdhe bisa terus jalan, dan akhirnya bisa mengenal seorang tentara berpangkat. Dari seorang tentara tersebut pakde berhasil membawa seorang kerabat keluar dari penjara, juga bisa membantu orang lain yang sama-sama dipenjara dalam kasus yang sama di lain hari. Ketika aku mendengar cerita-cerita beliau mengenai kepahlawanannya aku sangat bangga padanya. Dalam situasi yang dia alami, mungkin aku akan menyerah! Padahal pakde Manto tidak pernah mengenal sekolah, juga tidak mengerti tulisan, namun kata-kata dan ide-idenya mampu menyelesaikan banyak persoalan. Logikanya bagus sekali, sedangkan aku meski sudah sekolah selama 18 tahun disekolah formal menurutku masih jauh darinya. Dia juga pernah merantau keluar daerah, untuk mencari penghidupan di Yoyakarta dan Solo adalah tempat yang sering dia kesana. Meski dari beberapa perjuangan dilakukan membantu orang lain, justru pakdhe sering juga mendapat perlakuan tidak semestinya. Pengorbanan yang dia berikan tidak dihargai, padahal nyawa dan harta sudah dia pertaruhkan semuanya. Sepertinya orang-orang yang sudah dia bantu seakan begitu mudah melupakannya, sungguh kasihan juga. Ada beberapa hal dari pemikiran dia yang salah menurutku, namun aku belum mampu menjelaskan. Kadang aku juga bingung jelasin, ilmuku belum cukup untuk memberikan dia sebuah pengertian yang dia terima. Karena aku sendiri juga belum yakin sepenuhnya, apa yang kami perdebatkan adalah abstrak! Bagaimana aku bisa jelaskan lha aku sendiri juga belum bisa memahami sepenuhnya. Kalau sudah begini aku hanya bisa mendengarkan saja apa yang dia katakan, meski dalam hati aku tidak sepaham. Mengenai agama dan masjid yang menurutku telah terjadi bias dalam pemahamannya. Mungkin juga karena apa yang telah dia dengar dari beberapa penceramah yang sering menyinggung hati dan perasaan mereka. Mereka berpikir apa yang telah dia sampaikan adalah salah dan bukan seperti itu yang dikatakan dalam agama (Al Quran). Mereka tidak sengaja menyebarkan benih kebencian diantara sesama masyarakat dan umat agama lain. Aku juga sering mendengar demikian

Selasa, 19 Agustus 2008

Teori Kuantum, Telepati, dan Teleportasi

Teori Kuantum, Telepati, dan Teleportasi Sebagai rumusan dasar dalam ilmu sains, rumusan Newton, F=m.a, memberikan pengaruh dan kegunaan yang cukup besar. Kehadiran rumusan hukum kekekalan energi dan momentum, misalnya, tidak lain dikembangkan dari rumus dasar Newton.
Berdasarkan rumusan Newton pula maka berkembang ilmu optika klasik, mekanika, dan mesin-mesin. Buah dari karya besar Newton itu antara lain termanifestasi dalam peradaban mesin-mesin industri. Sir Issac Newton dapat diakui sebagai ilmuwan besar abad 17 hingga abad 20.
Akan tetapi, dengan berawal dari ketidakpuasan para ilmuwan terhadap rumusan Newton untuk menjelaskan dinamika elektron-struktur atomik-maka berkembanglah teori baru. Berawal dari tesis Albert Einstein melalui rumusan E= mc2, lebih lanjut menjadi arahan bagi para ilmuwan untuk dapat memodelkan dinamika elektron dengan lebih tepat. Dari rumusan Einstein, ternyata terbukti bahwa rumusan Newton pada dasarnya merupakan pendekatan dari rumusan E=mc2. Hal ini terjadi karena dinamika gerak partikel masif adalah << (baca: jauh lebih kecil dari) kecepatan cahaya, c. Dengan kata lain, rumusan F=m.a adalah pendekatan dari E=mc2. Namun, kehadiran rumusan Einstein tidak secara otomatis meniadakan hukum-hukum yang dikembangkan berdasarkan Newton. Seiring dengan pembuktian Einstein dan kawan-kawan dalam bidang fisika ini, maka berkembanglah cabang ilmu Fisika Kuantum. Dari namanya kuantum diambil dari kuanta-energi yang dipancarkan oleh loncatan elektron. Lebih lanjut, Scrodinger berhasil memberikan rumusan peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Lebih lanjut, kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu. Telepati dan teleportasi Jika 14 abad yang lalu umat Islam meyakini peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, maka teori kuantum memberikan arahan yang berarti untuk menjelaskan fenomena aneh itu. Bahkan untuk fenomena telepati, sihir, pengobatan jarak jauh, dan teleportasi. Meditasi Anand Krisna, misalnya, jika kita perhatikan tidak lain mengikuti konsep kuantum. Dengan melakukan penenangan batin serta diikuti ritme goyangan tubuh berirama, seseorang akan mengalami "kepuasan" tertentu. Teknik ini juga sering dilakukan pada penyembuhan alternatif dengan menggunakan energi prana, chi. Jika kita melihat sebentar pada pondok-pondok salaf, kita perhatikan para santri yang berzikir sambil goyang kepala. Juga dikisahkan, para waliullah dan kiai dapat terbang dengan kecepatan kilat. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Di manakah kuantum itu terjadi? Teori kuantum menjelaskan fenomena loncatan elektron (kuanta-kuanta energi) suatu partikel yang mengalami eksitasi, yang diakibatkan oleh pengaruh getaran, pemanasan, atau pemancaran. Efek fotolistrik dan Compton menjelaskan hal ini. Pada kasus logam yang dipanasi, ia dapat memancarkan elektron. Logam yang disinari, terjadi kuantum. Hal ini menyebabkan perubahan struktur atomik suatu partikel tertentu. Perubahan itu melibatkan pemindahan elektron yang sekaligus memancarkan energi foton. Pendek kata, fenomena di atas terjadi karena transfer energi elektromagnetik. Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Dr Ivan Geiver (pemenang Nobel Fisika) dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini. Temuan Feyman dan Geiver ini memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi-perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas-adalah rasional. Begitu pula dengan Isra' Mi'raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum. Manifestasi dari kuantum ini adalah memungkinkan seseorang ini mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka, tukar informasi-telepati-terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi. Dari sudut pandang teori kuantum ini maka jelaslah bahwa tabir Isra' Mi'raj, telepati, teleportasi; sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena ini-karena alasan tidak ada bukti fisiknya-dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif. Teknik goyangan tubuh berirama pada dasarnya merupakan cara untuk memicu eksitasi eletron tubuh kita agar dapat memancarkan gelombang cahaya dengan frekuensi tertentu. Jika teknik goyangan ini cukup kuat dan kontinu sampai derajad energi ambang terlampui. Dari sudut pandang ilmiah, maka kita semakin meyakini bahwa ilmu-ilmu fisik (fisika) dewasa ini sudah menyatu dengan dimensi gaib dan spiritualitas. Jika kita sempat membaca tulisan Frictof Capra pada bukunya Titik Balik Peradaban, terang sudah bahwasanya khazanah ilmu barat dan timur dewasa ini sudah dalam tahap penyatuan. Khazanah barat yang unggul dalam riset, eksperimentasi, dan rasionalitas; serta timur yang lebih dominan dalam aspek spiritualitas. Oleh karena itu, era pasca-Einstein telah menjadi pembuka tabir penyatuan paradigma timur dan barat. Dan, kuantum adalah laksana jembatan antara peradaban timur dan barat. Kuantum yang secara empiris ditemukan pada abad 20, maka di dunia timur sudah mengakar cukup kuat sejak peradaban Cina Kuno dan India Kuno, 25 abad yang lalu. Dunia timur mengenal hukum paradoks lebih awal. Kita tahu, salah satu hukum dalam teori kuantum adalah hukum paradoks.
Edi Suparno Alumni Teknik Fisika ITS, Surabaya. Di kutip dari http://www.kompas.com Senin, 26 Agustus 2002

Warung Soto Ayam Mulud

Feel The Taste of Our Soto!
So Delicious

By Hari
Jalan Pasar Cawas - Pedan
Sentul Cawas