We Want to Be The Sun or The Moon more than The Star
Ya Tuhan, Jadikanlah kami seperti Matahari, seperti Bulan dan seperti Bintang-Bintang
Terima kasih atas kunjungan anda!
Senin, 07 Juli 2014
KUMPULAN HADIST NABI
Berpegang Teguh Pada Al Qur’an Dan Sunnah
Rasulullah saw bersabda, “Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Keduanya tidak akan berpisah sehingga mendatangiku di surga.” (HR. Hakim)
Keutamaan Al Qur’an
Dari Umar bin Khaththab ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya dengan al Qur’an ini Allah mengangkat derajat beberapa kaum dan merendahkan beberapa kaum yang lain.” (HR. Muslim)
Dari Abu Musa Al Asy’ari ra, dia berkata : “Rasulullah saw bersabda : ‘Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya wangi dan rasanya enak. Dan pereumpamaan orang mukmin yang tidak memaca Al Qur’an adalah bagaikan buah kurma, tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafiq yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan bunga raihanah, aromanya wangi namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al Qur’an adalah buah hazhalah, ia tidak memiliki aroma dan rasanya pahit.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Al Bara Ibn Azib ra, dia berkata, “Ada seorang laki-laki membaca surat Al Kahfi, di sisinya ada seekor kuda yang diikat dengan dua buah tali, tiba-tiba ada awan yang menaunginya, awan itu terus mendekat dan kudanyapun berlarian karenanya. Maka ia mendatangi Nabi saw, ia menceritakan hal itu pada beliau, lalu beliau bersabda, ‘Itu adalah al Sakinah yang turun karena Al Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan Membuat Allah Murka
Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja berusaha menyenangkan manusia dengan membuat Allah murka, Allah bakal menyerahkan dirinya kepada manusia. Siapa saja yang membuat manusia marah dengan keridhaan Allah, niscaya Allah mencukupi dirinya sehingga dia tidak memerlukan pertolongan manusia.” (HR Tirmidzi dan Abu Nu’aim)
Akhlak Orang Beriman
Rasulullah saw bersabda, “Sungguh mena’jubkan urusan orang beriman, segala urusannya baik dan itu tidak terjadi kecuali orang beriman. Jika diuji kemudahan, dia bersyukur maka itu baik untuk orang beriman. Dan jika diuji kesusahan mereka bersabar, dan itu baik untuk orang beriman.” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Mas’ud ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah duduk di bawah gunung. Dia selalu takut kejatuhan gunung. Dan sesungguhnya orang yang durhaka akan melihat dosanya laksana lalat yang hinggap pada hidungnya, lantas masuk ke lobangnya dengan tangannya akhirnya terbang lagi.” (HR. Bukhari)
Dzikrillah
Sahabat berkata, “Ya. Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam begitu banyak sehingga memberatkanku. Beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat aku lakukan dengan baik.” Rasulullah saw menjawab, “Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikrillah.” (HR. Tirmidzi)
Pintu Surga
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membelanjakan dengan sepasang dari harta bendanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari semua pintu surga, dan surga itu ada delapan pintu. Maka jika yang bersangkutan termasuk yang mendirikan shalat, maka dia akan dipanggil dari pintu shalat. Dan bagi yang mengerjakan puasa, maka akan dipanggil dari pintu puasa. Dan barangsiapa yang suka bersedekah maka yang bersangkutan akan dipanggil dari pintu sedekah. Dan barangsiapa yang pernah berjihad, maka ia akan dipanggil dari pintu jihad.” (HR. Bukhari-Muslim)
Senantiasa Berbuat Baik
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu menjadi orang-orang yang mengatakan kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat kebaikan dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, kalau orang lain berbuat kebaikan kami akan berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya.” (HR. Tirmidzi)
Orang Bangkrut
Rasulullah saw bersabda, “Tahukah engkau yang bangkrut itu? Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang ini dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala-pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang-orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim).
Shalawat Nabi
Rasulullah Saw telah bersabda: “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)
Rasulullah Saw telah bersabda: “Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bacalah shalawatmu kepadaku, sesungguhnya bacaan shalawatmu akan sampai kepadaku, di mana saja kamu berada.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Rasulullah Saw telah bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan ruhku kepadaku sehingga aku membalas salam(nya).” (HR. Abu Daud)
Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai para malaikat yang senantiasa berkeliling di bumi yang akan menyampaikan salam kepadaku dari umatku.” (HR. Nasa’i dan Hakim)
Rasulullah Saw telah bersabda: “Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku kelak pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah Saw telah bersabda: “Orang yang bakhil adalah orang yang apabila aku disebut, dia tidak membaca shalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)
Membanggakan Kedudukan Dan Mencela Nasab
Rasulullah saw bersabda, “Empat perkara jahiliyah yang terdapat pada umatku. Mereka tidak meninggalkannya, yakni membanggakan kedudukan dan mencela nasab (asal keturunan).” (HR. Muslim).
Azab Paling Keras
Rasulullah saw bersabda, “Orang yang azabnya paling keras di hari kiamat adalah orang alim yang Allah tidak memberi manfaat pada ilmunya.” (HR. At-Thabrani dan Al-Baihaqi).
Membicarakan Orang Yang Telah Mati
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu mengatakan tentang mereka yang mati di antaramu kecuali dengan baik. Jika mereka termasuk orang-orang ahli surga, maka kamu termasuk orang-orang yang berdosa. Dan jika mereka termasuk penduduk neraka, maka cukuplah siksaan di dalamnya buat mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak Boleh Dengki Kecuali Kepada Dua Orang
Rasulullah saw bersabda, “Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang. Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya, dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
Dzikir Setelah Shalat
Dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Ummu Sulaim pergi mendatangi Rasulullah saw, lalu ia berkata: “Ajarilah aku beberapa kalimat yang aku bisa ucapkan setelah shalatku.” Rasulullah saw menjawab, “Bertakbirlah (Allahu Akbar) sepuluh kali, bertasbihlah (Subhanallah) sepuluh kali dan bertahmidlah (Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian mohonkanlah apa-apa yang kamu inginkan, niscaya Allah akan berkata : ‘Ya, ya permohonanmu akan Kukabulkan.’” (HR. At- Tirmidzi dan Hakim).
****Sumber: Shahih Hadits Qudsi dan Syarahnya 1; Syaik Zakaria ‘Umairat;Pustaka Imam Asy Syafii;2010.
Keutamaan Bershalawat Kepada Rasulullah SAW
Dari Abu Thalhah al Anshari ra, bahwasanya pada suatu hari, Rasulullah saw datang dengan kegembiraan tersirat di wajahnya. Kami berkata : “Sungguh, kami melihat kegembiraan terpancar dari wajah engkau." Rasulullah saw menjelaskan : ‘Sesungguhnya Malaikat datang kepadaku. Lalu ia berkata : ‘Hai Muhammad, Rabbmu berkata : ‘Sukakah kamu apabila salah seorang umatmu bershalawat kepadamu, maka Aku akan bershalawat (memberi rahmat) untuknya sepuluh kali; dan apabila ia bersalam kepadamu, maka Aku akan bersalam (memberi keselamatan) untuknya sepuluh kali.’” (HR. Ahmad dan Nasa’i)
****Sumber: Shahih Hadits Qudsi dan Syarahnya 1; Syaik Zakaria ‘Umairat;Pustaka Imam Asy Syafii;2010.
Iman Kepada Qadar atau Takdir Allah
Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : ‘Sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam, lalu mengusap punggungnya dengan tangan kanan-Nya, maka keluarlah darinya keturunannya. Selanjutnya, Allah berfirman: ‘Aku menciptakan mereka untuk menjadi penduduk Surga, dan mereka di dunia akan mengerjakan amalan ahli Surga.’ Kemudian Allah mengusap lagi punggung Adam dan mengeluarkan darinya keturunan yang lain. Lalu Allah berfirman: ‘Aku menciptakan mereka untuk menjadi penghuni Neraka, dan mereka di dunia akan beramal dengan amalan penduduk Neraka.’ Setelah itu ada seorang laki-laki bertanya: ‘Wahai Rasulullah, lalu apa gunanya kita beramal jika kesudahannya sudah ditentukan?’ Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya Allah, apabila menciptakan seorang hamba untuk dijadikan sebagai penduduk Surga, maka Dia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk Surga sehingga meninggal dunia dalam keadaan beramal dengan amalan penduduk Surga, lalu ia pun dimasukkan oleh Allah ke dalam Surga. Dan apabila Allah menciptakan seorang hamba untuk dijadikan sebagai penduduk Neraka, maka Dia akan menjadikannya beramal dengan amalan penduduk Neraka sampai ia meninggal dunia dalam keadaan beramal dengan amalan penduduk Neraka, lalu Allah memasukkannya ke dalam Neraka.’” (HR. At- Tirmidzi, Abu Dawud, Malik dan Ahmad)
****Sumber: Shahih Hadits Qudsi dan Syarahnya 1; Syaik Zakaria ‘Umairat;Pustaka Imam Asy Syafii;2010.
Kisah Nabi Ayyub as
Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Tatkala Ayyub as mandi tanpa busana, sekumpulan belalang emas jatuh di atasnya. Ia mengumpulkan seluruh belalang tersebut dengan menggunakan pakaiannya. Lalu Rabbnya menyeru kepadanya: ‘Wahai Ayyub! Bukankah Aku telah mencukupkanmu dari apa yang kamu lihat?’ Ayyub berkata: ‘Benar, ya Rabbku, Engkau telah mencukupkanku. Namun aku tidak pernah merasa cukup dari berkah-Mu.’”(HR. Bukhari)
****Sumber: Shahih Hadits Qudsi dan Syarahnya 2; Syaik Zakaria ‘Umairat;Pustaka Imam Asy Syafii;2010.
Keharaman Bunuh Diri
Dari Jundub bin Abdullah, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Dahulu ada seorang laki-laki dari umat sebelum kalian mengalami luka parah pada tubuhnya. Namun ia tidak sabar menahan rasa sakitnya. Maka ia mengambil sebilah pisau, lalu mengiris tangannya dengan pisau tersebut. Darah pun tidak berhenti mengalir darinya hingga ia mati. Allah ta’aala berfirman: ‘Hamba-Ku mendahului-Ku dengan menyegerakan kematiannya, maka Aku mengharamkan Surga atasnya.”(HR. Bukhari)
****Sumber: Shahih Hadits Qudsi dan Syarahnya 2; Syaik Zakaria ‘Umairat;Pustaka Imam Asy Syafii;2010.
Adab Doa Bagi Orang Tua
Apabila seorang meninggalkan doa bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad- Dallami )
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah mengabaikan (membenci dan menjauhi) orang tuamu. Barangsiapa mengabaikan orang tuanya maka dia kafir.”(HR Muslim)
Orang Menjengkelkan
Abi bin Abi Thalib ra berkata, “Yang paling menjengkelkanku adalah dua orang. Orang berilmu tapi jahat, orang bodoh tapi rajin beribadah. Yang pertama membuat jauh manusia karena kejahatannya, dan yang kedua menipu manusia karena ibadahnya.”
Shalat Isya Dan Shalat Shubuh
Dari Ustman ra, bahwasannya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mendirikan shalat Isya dengan berjamaah, maka ia bagaikan shalat separuh malam dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah maka ia bagaikan shalat semalam suntuk.” (HR. Muslim).
Rasulullah saw juga bersabda, “Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh, jika mereka mengetahui pahalanya, niscaya mereka mendatanginya kendatipun dengan merangkak." (HR. Bukhari dan Muslim).
Definisi Taqwa
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang bertaqwa, yaitu orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS Al Imran 133-134)
Definisi Iman
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Iman itu mempunyai enam atau tujuh puluh cabang. Yang paling utama adalah ucapan Tidak ada Tuhan selain Allah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan malu adalah cabang dari iman." (Muttafaq Alaih).
Turunnya Al Qur’an
Dari Ibnu Abbas, berkata, “Allah menurunkan Al Qur’an keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh Mahfudh ke Baitul Izzah (langit pertama) pada malam lailatul qadar. Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah saw sesuai dengan konteks berbagai peristiwa selama 23 tahun." (Tafsir Ibnu Katsir 8/441)
****Sumber: Majalah Islam Nikah Edisi Khusus Bulan Oktober-November 2006
Rahmat Bagi Orang Yang Mudah dalam hal Jual Beli
Rasulullah saw bersabda, “Semoga Allah merahmati (mengasihi) orang yang mudah apabila menjual dan bila membeli serta bila menagih hutang.” (HR. Bukhari).
Manfaat Membaca Al Qur’an
Dari Abu Umamah bahwasannya Rasulullah saw bersabda, “Bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim).
Kedudukan Rasulullah Saw Pada Hari Kiamat
Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah kepala dari umat manusia dan aku tidak menyombong. Akulah yang pertama kali dikeluarkan dari bumi kiamat, akulah yang pertama kali memberi syafaat dan yang diberi syafaat. Pada tanganku ada bendera yang terpuji yang dibawahnya adalah nabi Adam as lalu yang dibawahnya. ” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
**** Makna Kata “Muttafaq ‘Alaih” : Maksudnya adalah hadits tersebut disepakati oleh kedua Imam hadits, yaitu al-Bukhari dan Muslim, yakni kesepakatan mereka berdua atas keshahihannya, bukan kesepakatan umat Islam. Hanya saja, Ibn ash-Shalâh memasukkan juga ke dalam makna itu kesepakatan umat sebab umat memang sudah bersepakat untuk menerima hadits-hadits yang telah disepakati oleh keduanya. (’Ulûm al-Hadîts:24)
Ketetapan Allah Pada Manusia
Rasulullah saw bersabda, “Ketahuilah, seandainya seluruh umat manusia berkumpul memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena-pena telah diangkat dan tinta telah kering.” (HR. At-Tirmidzi).
Umat Islam Terpecah Belah
Dari Abu Hurairah ra, ia telah berkata. “Telah bersabda Rasulullah saw, ‘Orang Yahudi terpecah belah menjadi 71 kelompok dan Nasrani telah terpecah menjadi 72 kelompok dan umatku akan terpecah belah menjadi 73 kelompok’”(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Dari Anas bin Malik ra, ada tambahan. “Semuanya di dalam neraka kecuali satu yaitu Al-Jamaah.”(HR Ibnu Majah dan Ahmad)
Dari Abi Umamah Al Bahily ra, ada tambahan hadist, “Kelompok yang paling besar yaitu yang selamat.” (HR. Ibnu Abi Ashim dan Ath-Thabrani)
Pada hadis Abdullah bin Amr bin Ash ra, ada tambahan, “Sebagaimana keadaanku sekarang dan para sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi)
Patuh Pada Ketetapan Rasulullah
Rasulullah saw bersabda, “Biarkan apa yang aku tinggalkan untuk kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena banyak bertanya dan menentang Nabi mereka. Apa yang aku larang untuk kalian maka hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian mengerjakannya sedapat mungkin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berhati-Hati Dengan Hal-Hal Yang Subhat
Rasulullah saw bersabda, “Yang halal sudah jelas, dan yang haram juga sudah jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal syubhat yang tidak banyak diketahui orang-orang. Barangsiapa berhati-hati dengan hal-hal yang subhat, maka ia seperti mencari keselamatan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjun dalam hal-hal subhat, maka ia seperti penggembala yang menggembala di sekitar ladang, maka dikhawatirkan akan masuk ke dalamnya. Ingatlah, sesungguhnya setiap raja memiliki tanah larangan. Dan ingatlah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari).
Menjenguk Orang Sakit
Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw pernah menjenguk orang sakit seorang Arab Badui. Seperti biasa setiap kali menjenguk orang sakit beliau bersabda, “ Tidak apa-apa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih dari dosa-dosa. Insya Allah.” (HR. Bukhari).
Sakit dan Musibah
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.”(HR. Bukhari)
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, gangguan, kegundahan-kegundahan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya.”(HR. Bukhari)
Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api yang menghilangkan kotoran-kotoran besi.”(HR. Muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari)
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannnya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Hiban)
Nabi saw bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia. Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan untuk seorang hamba, maka Allah akan biarkan orang tersebut dengan dosa-dosanya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pada hari Kiamat nanti.” (HR. Titmidzi)
****Sumber : Buletin Informasi Kesehatan KLINIKITA, Edisi Januari 2014
Takdir Manusia
Rasulullah saw bersabda, “Allah SWT telah menetapkan semua takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.”(HR. Bukhari)
Kedudukan Suami Dan Istri
Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Baqarah : 228)
Larangan Pria Memakai Cincin Emas
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bertemu seorang lelaki yang memakai cincin emas di tangannya. Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda,
“Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan (cincin emas semacam itu) di tangannya”. Lalu, setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada yang mengatakan kepada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya,” (HR Muslim, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas).
Jangan Mempertentangkan Kitabullah
Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah Shalallahu`Alaihi Wassallam bersabda :‘Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang paling keras penantangnya lagi lihai bersilat lidah’.” (HR Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan dari Ziyad bin Hudair, ia berkata, “Umar pernah berkata kepadaku , ‘Tahukah engkau perkara yang merobohkan Islam?’ ‘Tidak! Jawabku.’ Umar berkata, ‘Perkara yang merobohkan Islam adalah ketergelinciran seorang alim, debat orang munafik tentang Al-Qur’an dan ketetapan hukum imam yang sesat.’” (Shahih, HR Ad-Darimi [I/71], al-Khatib al-Baghdadi dalam kitabal-Faqiih wal Mutafaqqih [I/234], IbnulMubarak dalam az-Zuhd [1475], AbuNu’aim dalam al-Hilyah [IV/ 196]).
Diriwayatkan dari Abu Ustman an-Nahdi, ia berkata, “Aku duduk dibawah mimbar Umar, saat itu beliau sedang menyampaikan khutbah kepada manusia. Ia berkata dalam khutbahnya. Aku mendengar Rasulullah Shalallahu`Alaihi Wassallam bersabda : ‘Sesungguhnya, perkara yang sangat aku takutkan atas ummat ini adalah orang munafik yang lihai bersilat lidah.’” (Shahih, HR Ahmad [I/ 22 dan 44], Abu Ya’la [91], Abdu bin Humaid [11], al-Firyabi dalam kitab ShifatulMunaafiq [24], al-Baihaqi dalam Syu’abul Iimaan [1641]).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.,dari Rasulullah Shalallahu`Alaihi Wassallam, “Perdebatan tentang Al-Qur’an dapat menyeret kepada kekufuran.” (HR Abu Daud [4603], Ahmad [II/ 286, 424, 475, 478,494, 503 dan 528], Ibnu Hibban [1464]).
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amru r.a., ia berkata, “Pada suatu hari aku datang menemui Rasulullah Shalallahu`Alaihi Wassallam pagi-pagi buta. Beliau mendengar dua orang lelaki sedang bertengkar tentang sebuah ayat. Lalu beliau keluar menemui kami dengan rona wajah marah. Beliau berkata, ‘Sesungguhnya, perkara yang membinasakan ummat sebelum kalian adalah perselisihan mereka al-Kitab’.” (HR Muslim).
Diriwayatkan dari ‘Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya (yakni ‘Abdullah bin ‘Amru r.a.),bahwa suatu hari Rasulullah Shalallahu`Alaihi Wassalam.mendengar sejumlah orang sedang bertengkar, lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya, umat sebelum kalian binasa disebabkan mereka mempertentangkan satu ayat dalam Kitabullah dengan ayat lain. Sesungguhnya Allah menurunkan ayat-ayat dalam Kitabullah itu saling membenarkan satu sama lain. Jika kalian mengetahui maksudnya, maka katakanlah! Jika tidak, maka serahkanlah kepada yang mengetahuinya.” (Hasan, HR IbnuMajah [85], Ahmad [II/ 185, 195-196],dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah[121]).
****Sumber : http://pancarancahayailahi.blogspot.com/p/larangan-berdebat-jidal-dan-bertengkar.html
Jangan Membuat Allah Murka
Dari Aisyah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang berusaha menyenangkan manusia dengan membuat Allah murka, Allah bakal menyerahkan dirinya kepada manusia. Siapa saja yang membuat manusia marah dengan keridhaan Allah, niscaya Allah bakal mencukupi dirinya sehingga dia tidak memerlukan pertolongan manusia.”(HR. At- Tirmidzi dan Abu Nu’aim)
Hukum Mendengarkan Al Qur’an
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang mendengar ayat-ayat Allah, maka Allah menuliskan baginya kebaikan yang berlipat ganda.”(HR. Ahmad)
Shalat Dhuha
Dari Abu Said ra berkata, “Rasulullah saw selalu melakukan shalat Dhuha sampai-sampai kita akan mengatakan bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya, tetapi kalau sudah meninggalkannya sampai-sampai kita akan mengatakan bahwa beliau saw tidak pernah mengerjakannya.”(HR. Tirmidzi dan dianggap hadist hasan)
Bismillahirrahmanirrahim
Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yang tidak dimulai ‘Bismillahirrahmanirrahim’ maka terputuslah berkatnya.”(HR. Daud)
Amal Perbuatan Tergantung Dari Niatnya
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung dari niatnya. Dan sesungguhnya bagi setiap orang itu hasilnya sesuai dengan apa yang diniatinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang Yang Berakal
Rasulullah saw bersabda, “Dan tiada berkumpul kaum di dalam suatu rumah Allah, mereka membaca Kitab dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan hati dan diselubungi mereka dengan rahmat.”(HR. Muslim)
Pelajarilah Bahasa Arab
Rasulullah saw bersabda, “Sukailah dan pelajarilah bahasa Arab, karena sesungguhnya Nabi adalah orang Arab dan Al Qur’an diturunkan dengan bahasa Arab.”(HR. Tabrani)
Orang Yang Berakal
Rasulullah saw bersabda, “Hai anak Adam! Ikutilah perintah Tuhanmu, niscaya engkau dinamakan orang yang berakal.”(HR. Abu Nu’aim)
Rasulullah saw bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap hambanya, Allah akan membukakan pintu hatinya.”(HR. Syeikh)
Hukum Had
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Satu hukum had (sanksi syariah atas kejahatan tertentu) yang ditegakkan di muka bumi lebih baik bagi manusia daripada mereka diguyur hujan selama tiga puluh atau empat puluh hari.”(HR. Ahmad)
Orang Yang Saling Mencintai Karena Allah
Dari Mu’ad ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Allah berfirman: ‘Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka adalah mimbar-mimbar (tempat duduk mereka) yang terbuat dari cahaya, hingga para Nabi dan orang syahid merasa iri terhadap mereka.’”(HR. Tirmidzi)
Siksaan Paling Ringan Bagi Penduduk Neraka
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya yang paling ringan siksaan bagi penduduk neraka di hari kiamat yaitu orang tersebut memakai dua sandalnya dari api neraka itu lalu mendidihlah otaknya dari panas kedua sandalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penduduk Surga
Dari Abu Said al Khudri bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya penduduk surga akan saling melihat pada orang-orang yang tinggal di kamar-kamar pada bagian atas mereka sebagaimana mereka melihat bintang-bintang yang melayang-layang dari timur ke barat untuk melihat keutamaan di antara mereka.” Para sahabat bertanya: “Apakah tempat para Nabi itu tidak akan dicapai oleh mereka yang lain?” Nabi menjawab: “Ya. Dan demi diriku yang ada di tangan Allah untuk mereka yang beriman kepada Allah dan yang membenarkan para Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6 Hari Puasa di bulan Syawal
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim)
Shalat di Waktu Sepertiga Malam Terakhir
Rasulullah saw bersabda, “Allah turun ke langit dunia setiap malam sewaktu malam tinggal sepertiga bagian akhir, lantas berfirman : ‘Barangsiapa berdoa akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon pasti Aku perkenankan. Barangsiapa minta ampun niscaya Aku mengampuninya hingga terbit fajar’” (HR. Muslim)
Memberi Makan Orang Berpuasa
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Larangan Berduaan Antara Pria Dan Wanita Bukan Mahkram
Dari Umar ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sungguh hendaknya tidak mausk seorang laki-laki dari kamu setelah hari ini kepada wanita yang tidak ada bersamanya (suami atau mahramnya) kecuali bersamanya satu atau dua orang laki-laki.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali pihak ketiganya adalah setan.”(HR. Tirmidzi)
Wanita Yang Memakai Wewangian
Rasulullah saw bersabda, “Setiap wanita yang mengenakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka bisa mencium bau harumnya, maka ia sudah pezina, dan setiap mata itu adalah pezina.” (HR. Ahmad, An- Nasa’i, Hakim dari hadist Abu Musa)
****Sumber : Majalah Islam Nikah, Edisi Khusus Bulan Oktober-November 2006
Rezeki Dari Pemberian Orang
Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Wahai Aisyah, orang yang memberimu sesuatu tanpa kau memintanya maka terimalah, sebab barang itu merupakan rezeki yang diberikan oleh Allah kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan Meratapi Kematian
Rasulullah saw bersabda, “Tidak termasuk umat kami yang sempurna orang yang menampar pipinya sendiri, merobek-robek leher bajunya sendiri dan meratapi mayat sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perkataan Yang Baik
Rasulullah saw bersabda, “Takutlah siksaan api neraka sekalipun dengan bersedekah separuh buah kurma. Bila kamu tidak mempunyai maka cukup berkata dengan kalimat yang baik.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Ramadhan dan Laitalul Qadar
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa menjumpai bulan Ramadhan, dan mempunyai hutang puasa bulan Ramadhan (pada tahun lalu) maka tidak diterima puasanya sehingga mengqadha’i (mengganti) puasa terlebih dahulu.” (HR. Ahmad)
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa siapa yang berpuasa pada siang bulan Ramadhan dengan keimanan dan tulus untuk Allah maka akan diampuni dosa yang telah lewat dan yang akan datang (dosa kecil).” (HR. Ahmad)
Rasulullah saw bersabda, “Bila kamu berpuasa maka bersiwaklah (menggosok gigi) di waktu pagi hari dan janganlah kamu bersiwak di sore hari, karena sesungguhnya setiap orang yang berpuasa yang dua bibirnya kering di waktu sore akan menjadi cahaya di antara dua matanya di hari kiamat.” (HR. Thabrani)
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda , “Sesungguhnya Tuhanmu berfirman, ‘Setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebajikan yang sama sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Puasa adalah perisai dari api neraka. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum dari pada minyak misik. Bila ada orang yang tidak mengerti kepada salah seorang di antaramu (bahwa dia berpuasa) maka hendaklah berkata: ‘Sesungguhnya aku berpuasa. Bagi orang yang berpuasa adalah dua kegembiraan: Gembira di waktu berbuka dan gembira di waktu bertemu Tuhannya.’’” (HR. Tirmidzi)
Rasulullah saw bersabda, “Carilah lailatul qadar pada malam sepuluh hari terakhir, sebab sesungguhnya malam lailatul qadar jatuh pada malam yang ganjil, malam 21, 23,25,27, 29 atau pada akhir malam bulan Ramadhan. Barangsiapa yang mengisi malam tersebut dengan beberapa ibadah disertai keimanan dan bertujuan mencari ridha Allah maka diampuni dosa yang telah lewat dan dosa yang akan datang.” (HR. Thabrani)
Rasulullah saw bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang terang benderang, tidak seberapa panas dan tidak seberapa dingin, tidak ada awan, tidak ada hujan, tidak berangin kencang, tidak ada bintang yang dilempar (meteor). Sebagian tanda pada siang harinya adalah matahari terbit tidak bersinar terang.” (HR. Thabrani)
Dari Umar ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lantas berpuasa enam hari lagi di bulan Syawal maka diampuni dosanya sampai habis laksana pada hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Thabrani)
Dari Abu said ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa di waktu berperang membela agama Allah maka Allah menjauhkan dirinya dari api neraka dengan jarak tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
****Sumber:Terjemahan Irsyadul Irsyad- Petunjuk Manusia Ke Jalan Yang Benar;Mutiara Ilmu Surabaya;1995
Allah Menyukai Suatu Kaum Dengan Menguji Mereka
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa murka maka baginya kemurkaan.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tanggung Jawab Pemimpin
Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang pemimpin mengurusi urusan kaum muslimin, kemudian tidak bersungguh-sungguh untuk mengurusi mereka dan tidak menasehati mereka, kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw bersabda, “Ya Allah, siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa saja yang menangani urusan umatku, lalu ia berlaku lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah kepada dia.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang mengurusi urusan masyarakat, lalu ia menutup diri dari orang yang lemah dan membutuhkan, niscaya Allah menutup dirinya pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)
****Sumber: Buletin Dakwah Al Islam;Hizbut Tahrir Indonesia
Pemimpin Yang Adil
Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Tujuh orang yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan Arasy-Nya, di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya ;
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang tiap harinya beribadah pada Allah
3. Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah Maha Mulia lagi Maha Agung
4. Orang lelaki yang diajak oleh orang wanita cantik untuk menggaulinya, namun lelaki itu berkata: Sesungguhnya aku takut kepada siksaan Allah
5. Orang lelaki yang bersedekah dengan tangan kanannya, lantas tangan kirinya tidak mengetahui (bersedekah dengan cara samar)
6. Orang lelaki yang hatinya selalu tertarik untuk pergi ke Masjid (Sering shalat berjamaah di dalamnya)
7. Orang yang mengingat pada Allah di tempat yang sunyi lantas air matanya bercucuran.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Dari Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Wahai Aisyah biarkan aku pada malam beribadah untuk Tuhanku.” Aku berkata: “Demi Allah, sesungguhnya aku senang berdekatan denganmu, aku juga senang memberikan apa yang menggembirakanmu.” Lantas Aisyah melanjutkan pembicaran, “Lalu Rasulullah bangun, bersuci kemudian berdiri untuk shalat. Lantas tak henti-hentinya menangis hingga membasahi pangkuannya. Rasulullah saw duduk, lalu tak henti-hentinya menangis lagi, hingga tetesan air matanya membasahi jenggotnya. Kemudian beliau menangis lagi, kali ini tidak berhenti hingga ari matanya membasahi tanah.” Akhirnya datanglah Bilal mengumandangkan adzan shalat shubuh. Ketika Bilal melihat Rasulullah menangis, lalu berkata, “Wahai Rasulullah mengapa kamu menangis? Sungguh Allah telah mengampuni dosamu yang telah lewat dan yang akan datang.” Lalu Nabi bersabda: “Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?”
Pada saat Nabi Adam memakan makanan yang terlarang (buah kuldi), Lantas tidak diberi izin untuk bertempat tinggal di surga lagi. Lantas ada suara yang memanggil Adam. Tidak layak duduk berdekatan dengan Aku (Allah) orang yang bermaksiat kepada-Ku. Lantas Allah memerintahkan kepada Malaikat yang memikulnya untuk diturunkan dari langit ke langit yang paling bawah hingga sampai ke Bumi. Pada saat itu Nabi adam juga bertaubat, namun taubatnya tidak diterima oleh Allah, sehingga menurut riwayat Nabi Adam menangis, lantaran kesalahan sekali selama seratus tahun. Akhirnya Adam mengalami cobaan yang amat banyak. Sehingga para anak turunnya juga menanggung resiko selamanya. Al Hasan berkata, “Sesungguhnya Nabi Adam as menangis ketika diturunkan ke Bumi selama tiga ratus tahun, hingga lembah-lembah Sarandib terisi air matanya sehingga mengalir.”
Sesungguhnya Nabi Nuh sudah mengalami cobaan dalam bertabligh. Namun suatu saat, dia berkata yang dianggap tidak layak di sisi Allah. Lalu Allah memberikan wahyu padanya, “Janganlah kamu meminta sesuatu padaku yang kamu tidak mengetahui duduk perkaranya. Sesungguhnya Aku memberi nasehat padamu agar tidak tergolong orang-orang yang bodoh.” Dalam riwayat, Nabi Nuh tidak berani memandang langit lantaran di tegur sekali oleh Allah. Dia terus menundukkan kepalanya malu kepada-Nya.
****Sumber:Terjemahan Irsyadul Irsyad- Petunjuk Manusia Ke Jalan Yang Benar;Mutiara Ilmu Surabaya;1995
Keutamaan Menuntut Ilmu
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya para malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena mereka ridha atas apa yang ia lakukan. Orang berilmu akan didoakan untuknya ampunan oleh yang ada di langit maupun yang ada di bumi sampai ikan yang ada dalam lautan. Keutamaan orang yang berilmu dengan orang yang beribadah adalah seperti keutamaan bulan dengan seluruh bintang-bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan nabi tidak pernah mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, ia telah mendapatkan bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hiban dan Ahmad)
****Sumber: Perjalanan Ulama Menuntut Ilmu; Abu Anas Majid Al Bankani;Penerbit Darul Falah;2009
Rasulullah saw bersabda, “Dan tiada berkumpul kaum di dalam suatu rumah Allah, mereka membaca kitab dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan hati dan diselubungi mereka dengan rahmat.” (HR. Muslim)
1. Lukman Hakim berwasiat kepada anaknya, “Wahai anakku, duduklah dengan para ulama dan rapatkanlah lututmu dengan mereka karena Allah akan menghidupkan hati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah akan menghidupkan tanah yang gersang dengan curahan air hujan dari langit.
2. Diriwayatkan dari Ali bin Ahmad bin Umar Al Mugri dari Ismail bin Ali Al Khatbi, dari Abdullah bin Ahmad bin Hanbal, “Aku bertanya kepada bapakku Rahimuhullah tentang orang yang menuntut ilmu. Apakah seharusnya ia belajar dengan satu orang yang banyak ilmunya ataukah keluar ke beberapa daerah dan belajar dari para ulama lain? Dia berkata, “Seharusnya ia keluar. Belajar dari ulama Kufah, Bahsrah, Makkah, Madinah, dan mendengar dari mereka.”
3. Dari Mas’ud berkata, “Bagaimana jika kalian tertimpa fitnah, ketika anak kecil menjadi besar dan orang tua menjadi renta, bila kalian menjalankan suatu sunnah lalu pada suatu hari dirubah dan dikatakan sebagai kemungkaran?” Seseorang bertanya, “Kapankah hal itu terjadi?” Apabila telah sedikit orang yang bisa dipercaya dan banyaknya para penguasa, sedikitnya orang berilmu dan banyaknya qari, belajar bukan untuk agama, dan mencari dunia dengan amalan akherat.”
4. Abu Hurairah ra, dia berkata, “Sesungguhnya manuaia akan berkata, ‘Abu Hurairah sangat banyak meriwayatkan.’ Kalaulah tidak karena ayat dalam Al Qur’an, aku tidak akan menyampaikan satu hadist pun.” Kemudian ia membaca : “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan kebenaran. Maka, terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS Al Baqarah: 159-160)” Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan Muhajirin sibuk berdagang di pasar dan saudara-saudara kita dari kalangan Anshar sibuk bekerja, sedangkan Abu Hurairah telah kenyang bersama Rasulullah saw dan hadir saat-saat mereka tidak hadir serta menghafal apa yang mereka tidak hafal’”
5. An- Nawawi berkata, “Kami meriwayatkan dari Khatib Al Baghdadi Rahimamullah, dia berkata, ‘Al Bhukara Rahimamullah pergi menemui para ahli hadist yang ada di penjuru dunia. Dia belajar ke Khurasan, pegunungan, kota-kota di Irak seluruhnya, Hijaz, Syam, Mesir dan dia datang ke Irak beberapa kali. Kami juga meriwayatkan dari berbagai jalan dari Jafar bin Muhammad Al Quthun, dia berkata, ‘Aku mendengar Al Bhukara berkata, ‘Aku belajar kepada 1000 guru dari kalangan ulama, bahkan lebih. Aku tidak mempunyai satu hadistpun kecuali kusebutkan sanadnya.’’”
6. Imam Syafii’ berkata, “Dahulu aku menyimak guru yang mengajarkan para muridnya dan aku menghafal apa yang dikatakan, sedangkan ibuku tidak punya apa-apa untuk membayar guru. Aku adalah seorang anak yatim. Guru itu membolehkanku untuk ikut bersamanya. Para murid menulis. Sebelum guru tersebut selesai dari mendiktekan, aku telah lebih dahulu menghafalkan apa yang kutulis.” Suatu hari guru itu berkata kepadaku, “Rasanya tidak halal bagiku mengambil sesuatu darimu.” Setelah pulang aku mengutip tembikar, pelepah kurma dan tulang unta. Aku menulis hadist padanya dan aku pergi ke tempat belajar sambil mencari sisa-sisa kertas, dan aku menyalinnya hingga penuh gentong milik ibuku dengannya.” Imam Syafi’i pernah berkata, “Pahamilah ilmu sebelum kalian menjadi pemimpin. Jika telah menjadi pemimpin, tidak ada lagi jalan untuk mendalami ilmu.”
Imam Harus Mengerti Kondisi Makmum
Abu Mas’ud Al Anshari berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku ---demi Allah--- terlambat melaksanakan shalat zhuhur karena si Fulan. Ia membuat kami berlama-lama dalam shalat.”
Abu Mas’ud Al Anshari berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw marah besar seperti itu dalam memberi nasehat. Kemudian beliau bersabda, Wahai manusia, sesungguhnya di antara kalian ada orang yang melampaui batas. Siapa saja di antara kalian yang shalat bersama manusia (maksudnya menjadi imam shalat), maka hendaknya ia memendekkan shalat, karena di antara mereka (makmum) ada orang tua lemah dan memeliki keperluan.” (HR. Bukhari)
****Sumber :Golden Story;Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam;Mahmud Myshthafa Sa’ad;Pustaka Al Kautsar;2013
Bekerja dan Mandiri
Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada sesuatu makanan yang lebih baik bagi seseorang, melainkan apa yang dihasilkan dari karya tangannya sendiri.” (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian mau mengambil tali, kemudian membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, lalu menjualnya sehingga Allah menjaga wajahnya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang, baik orang itu memberi atau tidak memberi.” (HR. Muslim)
****Sumber : Majalah Islam SABILI Edisi 20 Januari 1999
Barangsiapa Tidak Menyayangi Maka Dia Tidak Akan Disayangi
Nabi saw mencium Al Hasan bin Ali cucu beliau. Saat itu Al Aqra’ bin Habis berada di samping beliau. Al Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, tak pernah sekalipun aku mencium satu di antara mereka.” Rasulullah saw melihat ke arah Al Aqra’, lalu bersabda, “Barangsiapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari)
Keterangan :
saw = shalallahu`alaihi wassalam
as =alaihissalam
ra, r.a. = radhiyallahu anhu (Semoga Allah meridhai)
Rabu, 25 Desember 2013
MENCABUT KEBIASAAN BOROS
Ada dua kriteria boros menurut DR. Sayyid Muhammad Nuh. Pertama, menggunakan suatu diluar kerangka taat kepada Allah. Artinya, apa saja yang disalurkan untuk kemaksiatan, jelas sia-sia. Bentuknya bisa harta benda, pikiran, tanaga, bahkan waktu. Waktu adalah anugerah termahal dalam hidup manusia. “Hidup manusia tak lebih dari gugusan waktu. Hilangnya sebagian waktu, berarti hilangnya bagian kehidupan,” kata Hasan Al-Bashri. Maka, penyia-nyian waktu identik dengan membung-buang kesempatan hidup. Padahal kehidupan adalah satu-satunya kesempatan manusia untuk memupuk modal kebahagian hakiki di akhirat. Kedua, menggunakan suata melewati batas kewajaran. Termasuk dalam hal ini makanan, minuman , pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan sebagainya, yang digunakan secara berlebihan.
Semua hal yang awalnya mudah untuk dikonsumsi, bila digunakan kelewat batas, hukumannya bisa menjadi haram. Makanan, minuman, berpakaian, bukan saja mubah bahkan termasuk kategori kebutuhan primer (dharuriyat). Namun bila dilakukkan secara berlebihan, bisa-bisa yang mubah itu jatuh pada kategori haram. Imam Ghazali meriwayatkan, di kalangan salafusshalih ada yang terbiasa berdiri dihadapan meja makan setiap malam. Mereka berkata: “Wahai manusia yang ingin makan, jangan makan terlalu banyak, karena hal itu akan menyebabkan kalian banyak minum dan menjadikan kalian banyak tidur, dan akibatnya kalian akan banyak mengeluh ketika mati” (Ihya Ulumuddin, l/356).
Bahkan, beribadah yang kedudukannya wajib, bila dilakukan melebihi kapasitas manusiawi, adalah haram. Rasul saw bersabda, “Beramalah sebatas kesanggupanmu. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kalian yang merasa bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah adalah yang dikerjakan terus-menerus sekalipun sedikit” (Muttafaq alaih). Dalam kesempatan lain, ketika sejumlah sahabat secara emosional bertekat meninggalkan kebutuhan manusiawinya untuk beribadah, Rasul bersabda, “Kaliankah yang mengatakan begini dan begitu? Demi Allah, sesungguhnya saya adalah orang yang lebih takut daripada kamu, bahkan saya lebih bertakwa. Akan tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya sholat dan tidur, dan saya juga kawin. Barangsiapa yang mengabaikan sunnahku, maka ia bukan golonganku” (Muttafaqun alaih).
Dampak lain dari sikap boros adalah lenyapnya sikap empati dan peduli terhadap orang lain. Makan dan minum bila berlebihan, selain bersifat menyia-nyiakan nikmat Allah disaat orang lain membutuhkan, juga menimbulkan penyakit. Bukan hanya penyakit fisik, tapi penyakit mental yang menjadikan orang tidak lagi mempunyai empati dan tidak perduli terhadap kondisi orang lain. Sikap boros menjadikan hati kasar dan keras. Hati manusia akan halus dan lembut dengan rasa lapar dan sikap zuhud. Sebaliknya, hati akan menjadi kasar dan beku dengan rasa kenyang atau banyak makan. Kondisi seperti ini adalah sunnahtullah yang tak akan berubah (QS Fathir: 47). Ketika hati kasar dan keras, sikap tunduk dan pengabdian seseorang kepada Allah akan berkurang. Allah berfirman, “Celakalah bagi orang yang kasar hati dari dzikrullah” (QS Az-zumar: 22). Orang yang hatinya kasar, meski berusaha melakukan berbagai kebaikan dan ketaatan, tidak akan berhasil meraih kenikmatan dalan beribadah. Ia hanya memperoleh rasa letih dan lelah. Rasul bersabdah, “Berapa banyak orang yang bangun malam, tetapi tidak mendapat apa-apa kecuali bergadang” (HR Thabrani, dengan sanad tsiqah). Itu sebabnya, orang boros cenderung melakukan keburukan atas dosa. Inilah dampak ketiga sikap boros. Boros dalam hal makanan akan memberi energi besar dalam tubuh, yang wujudnya dapat menggerakkan perilaku yang terpendam dalam jiwa. Misalnya, meningkatnya gejolak nafsu biologis seseorang karena banyak makan. Akibatnya, sangat sulit baginya untuk bertahan agar tidak terjatuh dalam dosa dan maksiat. Termasuk dampak sikap boros adalah kuatnya dorongan mencari harta dengan jalan haram.
Sikap boros cenderung memanjakan rongrongan hawa nafsu. Secara pribadi, orang yang terbiasa berlaku boros akan selalu menuntut kebiasaan itu agar terus dipenuhi. Ditambahi lagi dengan pengaruh istri dan anak. Istri dan anak adalah ujian. Ketika seorang muslim tidak teliti menghadap mereka, dengan mudah ia akan terpengaruh. Allah swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka hati-hatilah kamu terhaadap mereka…” (QS At-Taghabun: 14). Banyak contoh menarik untuk kita renungkan, yang diberikan para salafushalih. Misalnya kisah Saad bin Abi Waqqash. Ketika menjadi Gubernur kufah, ia pernah mengirim sepucuk surat pada Khalifah Umar ra. Isinya adalah permintaan pembangunan rumah tempat tinggal. Umar ra segera membalas suratnya dengan mengatakan, “Bangunlah apa yang dapat melindungimu dari sinar matahari dan memeliharamu dari hujan. Dunia ini sudah cukup memadai” (Hayatu shahabah, 2/286). Maimun berkisah, salah seorang keturunan Abdullah bin Umar ra meminta kepada ayahnya sehelai kain seraya berkata, “Kainku telah terkoyak.” Abdullah bin Umar ra menjawab, “Potonglah kainmu yang terkoyak, kemudian kenakan sisanya.” Pemuda itu tampak tidak senang mendengar jawaban itu. Abdullah bin Umar lalu berkata, “Celakalah engkau! Takutlah kepada Allah! Jangan sekali-kali engkau termasuk kaum yang menjadikan rezeki Allah untuk perut-perut dan punggung mereka” (Hayatu Shahabah, 2/288).
****
Ditulis ulang oleh : Budhi Tri Maryanto & Ali Nur Susanto
Sumber : Majalah Sabili No. 14 Th VI 20 Januari 1999
KENGERIAN NERAKA
“Dan tidak ada seorang pun padamu melainkan akan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan bertekuk lutut.” (QS Maryam : 71-72)
Kemudian apakah kita termasuk yang akan memasuki neraka tersebut ataukah yang selamat daripadanya. Maka bayangkanlah pada hati kita dengan kengerian neraka tersebut yang memungkinkan bagi kita agar selamat dari neraka tersebut.
Abu Hurairah berkata :
Kami bersama Rasullulah saw yang kemudian kami mendengar sesuatu yang jatuh, lalu Rasulullah saw bertanya :”Tahukah kamu suara apakah itu?” Kami menjawab :”Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi menjawab :”Itu adalah sebuah batu yang jatuh ke dalam neraka jahanam sejak tujuh puluh tahun yang lalu dan kini berakhir memasuki dasarnya.” (HR Muslim)
Nabi juga bersabda :
“Sesungguhnya yang paling ringan siksaaan bagi penduduk neraka pada hari kiamat yaitu orang tersebut memakai sandalnya dari api neraka itu lalu mendidihlah otaknya dari panas kedua sandalnya” (HR Bukhari-Muslim)
Sabda Nabi saw:
“Neraka telah mengadu pada Tuhannya dengan mengatakan : Ya Tuhanku, telah makan sebagian dari diriku dengan bagian yang lainnya. Lalu Allah mengijinkan bagi neraka untuk memiliki dua bentuk (atau dua angin), yaitu bentuk angin pada musim dingin dan satu bentuk angin pada musim panas. Maka yang paling hebat yang akan dapati pada musim panas yaitu panasnya, dan yang paling hebat yang akan anda dapati pada musim dingin yaitu dinginnya.” (HR Bukhar-Muslim _abu Hurairah)
Dan berkata Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda,”Jika sekiranya setetes makanan zaqqum untuk penduduk neraka itu diteteskan pada segenap lautan dunia maka akan rusaklah penduduk dunia itu bagi segenap kehidupan penduduknya, lalu bagaimanakah bagi orang yang makanannya dari makan zaqqum tersebut” (HR Tumudzi dan Ibnu Majah)
Dan Allah berfirman : ”….Sebagaimana orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air mendidih lalu memotong-motong ususnya “ (QS Muhammad : 15)
Dan Allah juga berfirman : “Sesungguhnya Kami menyediakan bagi mereka yang zalim itu berupa neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta air minum niscaya mereka akan diberi minuman dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (QS Kahfi 29)
Maka itulah makanan dan minuman mereka yang zalim dan berdosa ketika mereka lapar dan haus. (HR Turmudzi)
Nabi bersabda :
“Barangsiapa yang diberi harta oleh Allah dengan tidak mengeluarkan zakatnya maka akan diserupakan harta itu pada hari kiamat sebagai ular yang ganas. Yang akan menggertakkan dengan kedua belah taringnya serta membelit leher orang yang tidak mengeluarkan zakat itu, kemudian menggigit dengan kedua taring mulutnya, lalu mengatakan : Aku adalah hartamu, aku simpananmu. Kemudian Nabi saw membacakan firman Allah dalam Qur’an :”Sekali-kali jangan mereka yang kikir (bakhil) dengan harta yang Allah berikan pada mereka dari kurniaNya itu menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan kelak pada lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah segala warisan yang ada di langit dan bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Imran : 180) (HR Bukhari)
Dengan demikian maka bayangkan tentang keadaan mereka yang memasuki neraka itu. Sesungguhnya Allah menambah ketinggian dan kelebaran tubuh mereka agar nantinya mereka akan merasakan hebatnya siksaan bagi mereka yang sedang dipanasi dengan api neraka tersebut. Begitu pula jika disengat kalajengking atau ular-ular yang mematuk atau menggigit seluruh tubuhnya dengan sekali gigitan.
Allah berfirman :
“Sesungguhnya mereka yang kafir dengan ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan siksaan. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS An Nisa 56)
Jadi mereka yang kafir akan disiksa atau akan dimakan oleh neraka itu sepanjang harinya, dan setiap kali neraka itu telah makan, mereka lalu dikembalikan bentuk badannya seperti semula. Lalu pikirkanlah sekarang tentang tangis-tangis penduduk neraka itu, rintihan mereka dan doa atau permintaan mereka dengan kecelakaan dengan neraka tersebut.
Nabi bersabda:
“Dikirimkan pada neraka Jahanam pada hari itu dengan 70.000 tali kendali/kekang, yang setiap kendali tersebut 70.000 malaikat.” (HR Muslim)
Menurut Al Hasan : Akan dikeluarkan dari neraka seseorang setelah 1000 tahun, yang mudah-mudahan aku termasuk orang tersebut. Dan diriwayatkan bahwa Al Hasan sendiri sedang duduk-duduk di sudut rumah dalam keadaan menangis, lalu ditanyakan oleh seseorang : Mengapakah anda menangis? Dia menjawab :”Aku takut dimasukkan ke dalam neraka. Ini akibat banyaknya macam-macam siksaan dalam neraka dan ketinggalan dalam menemui Allah setelah mendapatkan keridhaan_nya yang mau ditukar dengan syahwat dunia yang rendah. ”
Nabi Isa as berkata : Berapa banyak orang-orang yang berwajah baik (gagah dan cantik) dengan wajah yang menarik dan pembicaraan yang fasih tetapi nantinya akan berada pada lapisan neraka dalam keadaan berteriak (mendapatkan siksa karena berbuat dosa).
Firman Allah mengatakan :
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, yaitu ketika segala perkara telah diputus, dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak pula beriman.” (QS MAryam 39)
Jika telah diisyaratkan adanya hari kiamat dengan adanya pengadilan pada hari tersebut. Maka sangat disayangkan sekali jika sekiranya anda masih tertawa, bermain-main atau menyibukkan diri dengan kehinaan dunia, dan bukankah pengadilan pada hari kiamat itu juga buat kita? Sedangkan Allah berfirman :”Sesungguhnya mereka yang banyak berbakti benar-benar akan berada dalam surga yang penuh dengan kenikmatan. Dan sesungguhnya mereka yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS Infithar 13-14)
*****
Sumber : Buku “Konsep Hidup Sesudah Mati” Imam Ghazali Halaman 110-116
Jumat, 22 Juni 2012
Actually there is no different between,’time’’
Every tic in time is always the same
But we want to make it different
Because there are many purpose in it
Just like we want to end this year in a couple days
To start new of next year, new wishes and hopes
Actually there is no different in ‘time’
But we must make it
Have a nice happy new year
Hope all every we wish come true
By God will………………….
Bla...bla...bla....I don't how
Actually I am not sure
That I am hungry or not
But if you have any food to eat
Jus tell to me
Perhaps I like it too eat
Or other wise I will leave it
Any way you are very kind
And thank you very much
Mak prempul…….prempul
Prempul ………………
Prempul………………
Zzzzzzzz!!!!!!!!!!!!!
End
Sometime common reality isn’t on your fate
It feels really like hard to breathe
And the world smaller in sight
But don’t be afraid
And believe on your self
Because you have to go on other side
That’s special reality
Just for you only
Then you to be special inside
Sometime you must fallen down deeper
Because you have to meet someone special there
That you never meet in the up side
We failed in something to get another thing
Dear God,
I am too weak, but I want to be strong
I am too poor, but I want to be rich
I am too foolish, but I want to be clever
God, be me as you will
And let me know it
Ya Tuhan, Aku ini
Terlalu lemah untuk menjadi orang yang kuat
Terlalu miskin untuk menjadi orang yang kaya
Terlalu bodoh untuk menjadi oranyg yang pintar
Ya Tuhan,
Jadikanlah aku seperti kehendak-Mu
Dan tolong beritahu aku
Lakune wong urip :
Diniati
Dipikir
Diputusi
Dilakoni
Dirasakke
Sembarang opo wae!
Ya Tuhan,
Aku tidak tahu
Apakah aku harus datang kepada-Mu?
Seperti orang yang ketakutan akan siksa dan dosa-dosa
Ataukah seperti anak kecil yang lugu tanpa dosa?
Karena aku tahu,
Bahwa Engkau Maha Kuasa,
Engkau Maha Kaya
Engkau Maha Kasih
Dan Engkau juga Maha Pengampun
Kamis, 14 Juni 2012
Lama tidak menulis di blog...
Saat ini adalah pemanasan
Setelah sekian lama waktu berlalu
Saat itu aku berharap akan lagi datang
Dan menuliskan sesuatu yang lebih menarik
Sesuatu yang lebih berguna bagi lebih banyak orang
Sabtu, 20 Agustus 2011
BERJUDI
Berjudi adalah sesuatu yang dilarang agama. Banyak orang telah melakukannya, akupun juga pernah di masa kecil. Aku beruntung karena aku tidak kecanduan. Dalam berjudi diperlukan strategi pengambilan keputusan dan keberanian untuk menang atau kalah. Yang seperti ini diperlukan dalam situasi apapun
Menjatuhkan kartu satu persatu adalah strategi memilih dan memutuskan dengan tepat. Karena pada saat yang sama juga muncul keraguan karena pikiran itu sendiri. Sehingga pada saatnya harus segera dijatuhkan dan siap resikonya. Juga didalamnya menggunakan ilmu peluang seperti dalam ilmu statistic.
Ketika aku tidak mempunyai informasi yang lengkap sedangkan waktu yang ada sedikit dan harus segera mengambil keputusan. Tapi aku ambil keputusan itu berdasarkan logika inderawi dan pikiran tapi lebih kepada hati atau kebaikan.
Sama juga halnya denganmu, aku mengirim surat padahal aku tidak tahu sifatnya dan aku juga tidak tahu kamu seberapa cantik. Aku telah berjudi, jika aku beruntung aku menemukan gadis yang cantik atau kalau aku salah aku tak peduli. Bahkan aku berpikir aku mendapatkan dirimu dan kemudian menemukan keberuntungan dan aku menjadi orang besar. Aku tidak memandang orang secara fisik sepenuhnya. Jika itu memang kehendak Tuhan kenapa tidak? Tidak ada yang bisa menentangnya.
PANDAN WANGI
Beberapa tahun lalu aku ingin sekali menanam sesuatu yang berbeda. Berangkat dari pemikiran, ketika aku melihat di sekitar rumahku dan juga tetangga. Semua tanaman hampir sama, pisang mangga dan beberapa tanaman lainnya. Pertanyaanku dalam pikiran ‘Why ?’ muncul.Kenapa tidak menanam tanaman yang berbeda lalu aku menanam sesuatu, pertama ada pertentangan dari orang tua. Aku berikan penjelasan yang pada awalnya susah dan akhirnya mereka paham dan bisa menerima. Ini adalah persepsi ketika kita melakukan sesuatu apapun kita harus mempunyai alas an yang tepat kenapa melakukan itu semua. Aku berpikir jangka panjang 5, 10, 20 30 tahun lagi bukan sekedar besok atau minggu depan.
Orang tak mampu (financial atau juga secara ilmu) hanya berpikir tentang hari ini dan besok, mereka banyak terjebak ketakutan! Dan tidak tahu harus berbuat apa untuk hari ini apalagi perencanaan untuk besok dan besok lusa. Lagi mereka dalam jumlahnya banyak, mereka semua perlu penunjuk jalan membutuhkan orang lain yang mampu.
Sebaliknya orang kaya (financial, jabatan atau juga secara ilmu atau memiliki ketiganya) akan berpikir lebih banyak tentang masa depan, mereka menginginkan sesuatu, merencanakan dan melaksanakan nya hingga berhasil karena mampu.
Tiba saat keinginan itu muncul untuk menanam Pandan Wangi, aku dapatkan dari mimpi seseorang. Aku terinspirasi untuk melakukannya! Aku ingin sekali tapi aku tidak tahu dimana mencari. Aku berpikir beberapa peluang alternatif sehingga akhirnya aku menemukan. Beruntunglah apa yang kucari aku dapatkan. Aku tidak tahu kenapa aku medapatkan dari belakang rumahmu. Atas bantuan seorang wanita dan kamu tidak tahu.Bentuknya seperti ‘Ular Naga’ saat itu aku sedikit kecewa, tapi aku berpikir bahwa aku mencari dan telah menemukan. Aku berpikir untuk jangka panjang, suatu saat akan lebih indah. Aku katanya sudah dibuang, saat itu aku ketakutan tidak tahu kenapa.
Aku membawanya pulang lalu aku tanam, aku taruh sedalam dalamnya bentuk naganya, terlihat adalah daun yang lurus ke atas. Aku sering mengamatinya dan ketika tumbuh dengan sempurna aku sangat senang. Aku hanya menanam dan menyiramnya sekali dua kali setelah itu tumbuh lebat daunnya, saying akarnya belum begitu kuat. Ada cabang dua bagian (mendua/ragu ragu itu tidak bagus), sesuatu yang aku tidak aku sukai. Hingga akhirnya aku ingin sekali untuk memisahkan dan kutanam di tempat lain, apalagi setelah melihat tumbuh akar di dekat cabang itu.
Mengetahui apa yang aku lakukan orang tuaku berpikiran negatif, mereka tidak tahu! (untuk mencapai tujuan kadang kita memang harus menutup telinga rapat2) Aku tetap akan menanam pandan wangi itu. Saat itu di siang hari aku harus menunggu bebrapa saat dan untuk menjaga agar tetap bagus daunya aku taruh di bak air. Aku berubah pikiran, aku segera menanamnya di siang hari, seorang tua yang aku hormati mendekatiku. Bertanya apa yang aku lakukan aku jawab menanam pandan wangi. Selesai menamam, aku ambil air dari masjid beberapa timba ember besar. (Teringat mimpi nabi tentang sumur, untuk Umar bin Khatab).
Setelah selesai aku duduk dan bercerita bersama bapak itu, beliau seorang imam masjid yang sudah sepuh suara bagus apalagi ketika adzan.(Aku melihatnya sebagai Abu Bakar r.a. nya). Waktu itu aku lama termenung, apa yang harus aku katakana. Lalu beliau bertanya tentang Candi Borobudur aku jelaskan. Tapi pikiranku melayang ke yang lain (Damarjati Supajar : Seribu ksatria dalam terkurung sangkar). Aku bertanya beliau kenapa tanyakan itu. Karena belum tahu saja.
Ada anak kecil yang mengejekku, dia meminta sesuatu yang aku tidak punya. Tapi aku tetap tersenyum dan kadang sering aku ejek balik “si Mail dalam Upin dan Ipin”. Aku melihat bajunya dipakai terbalik dan akhirnya menuruti saranku, pergi ke teembok pagar untuk bersembunyi dan membalik bajunya.
Lalu datang penjual rujak dan ikut duduk bersama kami bertiga. Saat itu aku bingung untuk menyapa penjual itu, orang tua disebelahku yang lebih mengenal dariku tidak memberikan respon padanya. Sedikit sedih, kasihan penjual itu…..! Ada seorang pembeli seletah melayani pembeli, penjual tadi duduk. Tapi aku tetap bercerita pada orang tua disebelahku, rasanya memang tak nyaman. Penjual itu pergi lagi berkeliling, dan di saat yang sama seorang ibu memanggilku untuk membantu mengerjakan PR Fisika sekolah anaknya yang kelas 8. Aku berangkat saja kerumahnya di depan teras. Setelah aku dekati dan buka LKS ternyata pelajaran kimia bukan fisik Bagiku kimia itu lebih rumit dari fisika, banyak hal yang telah lupa. Soal menanyakan termasuk ikatan unsur atau senyawa molekul dari sebuah rumus kimia. Aku perhatikan baik baik dan aku Tanya waktu kapan dikumpulkan. Dalam keadaan darurat aku terpaksa melakukan sesuatu, pada awalnya aku menyerah saja. Aku membuka halaman sebaliknya dan menemukan petunjuk dan contoh. Dari situ aku baca lagi instruksinya.
Setelah aku yakin aku paham lalu aku menulis dengan pencil disitu. Baru beberapa huruf aku terhenti aku berpikir ‘jika aku yang menulis adik Lia ini tidak akan paham ’. Aku memanggil ayahnya agar anaknya keluar mendekat, memang kami tidak pernah berkomunikasi dan sepertinya anak itu takut.
Aku tersenyum. Aku bingung juga untuk menjelaskan kepada orang yang belum tahu, aku gunakan perumpamaan ‘kacang atom yang saling menempel’. Terus aku tunjukkan teori di halaman sebelahnya, setelah mulai paham satu persatu anak itu menjawab soal. Sepertinya sudah paham dan mengerjakan sendiri dan tugasku hanya membenarkan. Sampai soal kelima anak itu langsung pergi masuk rumah meninggalkanku sendiri. Aku yakin anak itu sudah paham dan aku merasa senang membantu orang. Aku pulang ke rumah. Dalam imajinasi pikiran ku anak itu Lia adalah kamu Novi, kamu yang punya pencil untuk membuat keputusan dan kamu yang punya penghapusnya. Halaman sebaliknya adalah takdir yang aku lihat.
Pekerjaan Yang Sesuai?
Aku melihat bagaimana berbagai kebiasaan binatang mencari rezeki:
1 Semut mencari kesana kemari, jika sudah menemukan gula lalu memanggil kawannya. Kecil kecil makan juga kecil. Spertinya mereka para semut tidak pernah istirahat untuk tidur
2. Ular, mencari makan ketika telah lapar lalu setalah itu tidur beberapa lama
3. Katak, sabar menunggu diam diam mengamati hingga mangsa itu dating lalu menangkapnya
4. Gajah mencari makan rumput kecil kecil dalam jumlah banyak
5. Wulung/Elang terbang tinggi mencari dan menyambar mangsa
6. Harimau makan yang besar besar
Dari ke enam binatang itu masing masing mempunyai keunggulan dan kekurangan juga terkait rezeki yang di dapat. Binatang yang kecil rezekinya juga kecil dan binatang yang besar rezekinya juga besar. Tidak bisa dibalik, semua sudah di atur sesuai peraturan dan logika Tuhan.
Juga ketika di antara ke enam macam binatang itu ‘kalau punya pikiran/rasa iri’ minta dirubah menjadi bnatang lain yang lebih besar. Atau berusaha melakukan sesuatu yang bukan kebiasaanya.
Ini adalah filosofi dalam memilih pekerjaan, selama ini aku bingung pekerjaan apa yang baik. Dalam perjalanan panjang aku berubah dari satu pekerjaan ke pekerjaan karena melihat orang lain. Tanpa melihat bakatku dan juga kemampuanku, atau meskipun aku sudah menemukan kesenangan dalam memilih pekerjaan seseorang yang dekat denganku bilaang ‘Jangan kerja disitu’.
Saat itu aku mudah terpengaruh orang lain karena aku melihat dengan mata dan telinga! Aku juga menggunakan pikiran yang benar meski dalam hati baik. Ini adalah kesalahan karena aku tidak tahu secara benar apa yang aku inginkan. Aku lebih suka ikut orang sehingga aku tidak perlu berpikir, lakukan saja pekerjaan sudah selesai dibayar.
Tapi satu hal yang bertentangan setelah aku menyadari bahwa aku ini orang yang suka berpikir dan merenung apalagi suka membaca banyak buku beragam. Aku membaca beberapa kitab suci dan aku juga membaca Al Qur an, tapi aku menemukan pemahaman yang lain dengan orang orang disekitarku.
Tidak masuk akal, ketika seseorang berani mengatakan Islam yang paling benar, tapi hidupnya sering mengeluh dan membuat hidup tidak tenteram dalam masyarakat dan negara. Secara logika sederhana kita beragama untuk mencari ketenangan dan kedamaian dalam hidup baik dunia dan akhirat. Jika di dunia (tahap awal) saja merasa menderita apalagi tahap akhirat berikutnya. Kesimpulan ku sementara karena pemahaman yang salah dari sebagian kita umat Islam. Seperti pernyataan Dr Soepomo (Kitab suci dan pancasila itu benar, tapi siapa yang berani menjamin bahwa kita menafsirkannya secara benar. Masalah persepsi)
Aku berusaha merubah mindset dan mengatakannya kepada orang dekat di sekitarku. Sejauh ini bagus.
Perjalanan waktu aku terpanggil karena terpaksa aku harus berpikir keras. Aku tidak tahu, seseorang ingin mendaki ke puncak gunung, aku ikut saja. Aku melihat orang yang didepanku seorang yang berpengalaman dan aku menilai dia berbakat. Berjalannya waktu aku mulai lelah sepertinya ada yang salah antara tujuan dan proses yang dilalui, berlawanan arah.
Dengan susah payah waktu itu aku berusaha berpikir dan juga melihat lihat siapa yang pernah ke puncak gunung lewat biografi. Pada akhirnya aku menyukainya, aku berpikir aku berimajinasi dan dalam tidurpun aku bermimpi. Aku berusaha untuk realistis, akhirnya aku putuskan daripada terus dalam ketakutan. Aku bermain main saja, aku punya keinginan aku berdoa kepada Tuhan aku main main dengan pikiranku. Kadang aku bekerja cepat dan kadang aku ingin terlambat saja, tergantung. Ketika aku belum menemukan alasan yang tepat, aku tidak akan melakukannya meski aku bisa. Aku beruntung dengan begitu aq sering mendapatkan keajaiban keajaiban kecil yang aku yakin suatu saat akan datang keajaiban besar.
Resiko bermain main adalah hampir tidak ada kecuali rugi waktu, tapi menurutku bukankan hidup untuk menikmati kesenangan (arti positif). Aku dulu pernah bertanya pada sesorang di luar negeri apa cita citanya. Dia menjawab kesenangan hidup! Waktu itu aku berpikir negative langsung terbayang narkoba diskotik pesta dan sebagainya. Beberapa lama aku tahu, akulah yang salah menafsirkan memaknai ‘menikmati hidup dengan persepsi negatif’. Orang lain menikmati kehidupannya tapi kenapa aku mengingkari mereka.
Pilihlah pekerjaan yang kamu suka dan nikmatilah semuanya hasilnya dan juga resikonya. Jika kamu rela melakukan suatu pekerjaan bahkan bisa bertahan berjam jam. Kamu bisa nyaman dengan itu semuanya apalagi sampai dengan hati rela tidak dibayar atau rela dibayar sedikit. Itulah tanda bahwa kamu telah menemukan pekerjaan yang tepat. Jika kamu menekuninya suatu saat akan menjadi besar dan menemukan keberuntungan. Jangan menyerah, berdoa dan sabar adalah resep berikutnya
Sesuatu yang baru kuketahui setelah kesana kemari…….!
Saat ini aku sudah impian besar dan aku sudah tahu resikonya dan aku sudah tutup telinga rapat rapat. Takkan ada lagi orang lain yang bisa menghentikannya (ibaratnya seperti itu) kecuali Tuhan. Seseorang dekat dan kuhormati pernah memarahiku, aku tetap konsisten. Jika aku ditanya sebaliknya aku telah belajar sesuatu dari beliau. Dan senang sekali aku mendapatkan hadiah di saat yang sama.
Aku buat program dalam pikiranku dan tak akan berubah kali ini….! Untuk menuju impian itu aku melakukan banyak hal. Aku memberikan pengaruh kepada beberapa orang yang berpotensi. Aku sadar tidak ada yang bisa dilakukan sendiri untuk pekerjaan besar. Perlu banyak orang ahli dan cerdas.
Memulai dari akhir, begitulah. Aku menentukan tujuan utama, kemudian mencari tujuan sebelumnya dan sebelumnya hingga sampai keadaan sekarang.
Ketika aku mengetik sampai disini mungkin kamu memikirkanku dan aku bisa rasakan.
Beberapa waktu lalu aku bertemu seorang dosen dan beliau sangat mempengaruhi dan aku mau saja dipengaruhi karena itu masuk dalam daftar. Suatu jalan yang mungkin. Meski aku sadar sesuatu yang tidak aku inginkan sejak masuk kuliah. Karena aku tidak meningingkan, jadi tidak ada persiapan. Jadi aku juga realistis dengan semuanya. Aku hanya menggunakan keyakinanku karena aku telah melihatnya dalam mimpiku.
Satu hal lagi seorang yang cerdas, memberikan saran tetapi tidak melihat situasi dan keadaan. Pada akhirnya akan membuat orang yang disarankan mengalami kesulitan. Barangkali memang orang itu cerdas untuk dirinya sendiri tapi tidak bisa menularkannya kepada orang lain. Beruntung ketika orang itu sudah sadar dan resiko, sehingga tidak ada lagi menyalahkan orang lain.
LOGIKA PERBEDAAN
Jika semua orang cantik atau tampan maka manusia dunia itu tidak menarik lagi karena semua sama tidak akan ada kesenangan yang berbeda
Jika semua orang itu kaya semua, dunia tidak akan bergerak karena tidak akan ada yang mau bekerja berat, disawah, kuli bangunan dan pekerjaan keras lainnya.
Jika semua orang adalah pejabat, dunia tidak akan bergerak , tidak ada yang mau diperintah dan program yang dirancang tidak terlaksana.
Jika dunia tidak ada bencana, musibah penyakit atau perang dunia akan cepat penuh, sementara lahan bumi tetap banyak orang membutuhkan makanan. Darimana dapat makanan tambahan
Akibat dari pemikiran itu aku justru tidak punya pilihan. Semua pekerjaan ada resiko, menjadi orang miskin takut kelaparan, menjadi kaya atau pejabat masuk neraka. Akhirnya pada suatu pemahaman . Aku tidak tahu lagi manakah pekerjaan untukku yang lebh baik. Dimanapun tempat aku bisa melakukan dan bisa menerima. Kebahagiaan hidup itu bukan pada seberapa besar yang kita dapat atau berapa banyak yang kita dapat, atau seberapa tinggi sampai dipuncak. Kebahagiaan itu ada dalam hati masing masing orang bukan karena yang lain. Jadi selama mempunyai alasan yang tepat dan benar tidak melanggar peraturan masyarakat dan agama.Kebahagiaan itu ada dalam berbagai profesi pekerjaan.
Apa Keinginanmu?
Jika kita hanya berpikir gambar yang kecil kecil maka tidak akan pernah menjadi orang besar. Jika kita menginginkannya kita harus memikirkan gambar yang besar pula. Aku telah membaca banyak pribadi orang orang di masa lalu yang ditulis dengan tinta sejarah dan dikenang sepanjang masa.
Dimulai dari keinginan hati dan doa:
Nabi Sulaiman : kerajaan terbesar di dunia yang tidak akan pernah ada setelahnya
Nabi Isa : di hari kelahiran dan kematiannya di peringati banyak manusia
Nabi Ibrahim : anak dan keturunanya menjadi nabi
Nabi Muhammad : pengikutnya paling banyak.
Aku juga telah membaca banyak tokoh Negara dari semua itu kesimpulanku mereka mempunyai sesuatu yang berbeda yang tidak dimiliki banyak orang. Bisa disebut dengan orang yang istimewa atau diistemewakan. Mereka punya visi ke depan, tapi pada awalnya mereka juga pernah mengalami ‘tidak tahu’. Demikian juga ketika SBY jadi menteri belum menjadi Presiden seorang ulama besar melihat beliau SBY dan mengatakan bahwa kelak akan menjadi presiden beliau dalam keadaan bingung. ‘kendaraan apa’. Yang seperti ini tidak banyak orang tahu dan tidak bisa dilogikakan orang biasa.
Aku terinspirasi dari Kisah N Musa dan aku pernah bertemu dalam mimpi, barangkali kisahku hampir sama di bagian tertentu. Banyak bertanya? Karena memang cerdas. Aku terinspirasi N Yusuf dalam hal soal mimpi… dan juga Gubernur
Aku terinspirasi N Ibrahim dalam patung… (filosofi patung ~keras kepala)
Aku terinspirasi N Muhammad dalam hal keluarga dan banyak hal (pemikiran bukan fisik panjang jenggot dsb)
Aku terinspirasi N Adam menambahkan umurnya untuk N Daud
Aku terinspirasi dari Budha Gautama dalam proses pencarian hidup damai
Aku terinspirasi N Isa ketika berlayar ditengah laut bersama para murid, ketika ada badai semua muridnya kalang kabut. Nabi Isa tetap diam dan tidur pulas yang membuat para murid heran.
Aku terinspirasi dari Abu Bakar (orang luar dari keluarga pertama percaya pada Nabi)
Aku terinspirasi dari Umar bin Khatab (jadi kalifah karena terpaksa tapi melakukan banyak perbaikan)
Aku terinspirasi Ali bin Abi Thalin dalam hal ilmu
Aku terinspirasi ketika ada seorang pendeta nasrani di tempatku yang baik sekali pada banyak orang muslim. Aku baru tahu beberapa hari lalu ternyata pindah tugas. Aku terinspirasi dari para presiden RI semuanya Soekarno. Soeharto, Habibie, GusDur. Megawati, juga SBY. dalam hal cerita masa kecil, aku menyukainya ketika mengetahui bahwa aku dulu pernah melakukannya. Setelah tahu aku teruskan kesenangan itu
Aku juga terinspirasi dari Ronggo Warsito sang punjangga dalam hal sastra.
Aku terinspirasi dengan Sri Sultan 9 dan 10.
Aku terinspirasi dari orang kecil juga, bagaimana mereka hidup.
Aku terinspirasi Richard Feyman (mengamati kebiasaan binatang)
Aku terinspirasi Einstein dalam kecerdasan dan menulis ‘kata kata mutiara untuk suatu pemikiran’
Kamis, 04 Agustus 2011
CITA CITA BESAR DALAM HIDUPKU
Ketika,
Aku melihat seorang Ustat Yusuf Mansyur
Aku melihat seorang Pendeta Nasrani
Aku melihat seorang Biksu
Lalu aku meraih pena dan menuliskan cita cita dalam hidupku
Berangkat dari “Memulai Perjalanan dari Akhir”
Aku punya 3 cita cita dalam hidupku….
Cita cita ku yang Pertama adalah,
Tentang Kematianku :
~ Ku ingin banyak orang melihat tentang kematianku dengan senyuman dan bukan ratapan sedih
~ Ku ingin kain merah dan putih di atas jasadku dan bukan warna hijau
~ Ku ingin di nisanku tertulis nama impian ayahku “Taksaka Wulung” di atas nama asliku lalu dibawahnya susunan tiga kata “Berbudi Bawa Laksana”
~Ku ingin ditanam “Pandan Wangi” diatas nisanku (Kepala)
~ Ku ingin banyak orang datang meziarahi dan berdoa untuk keluarga besarku sepeninggalku
~Ku ingin menjadi panutan bagi banyak orang sesudahku
~ Terakhir tentang kematianku, sudah tentu aku ingin masuk dimanapun surga
Cita cita kedua ku adalah,
Tentang Alam Semesta :
~ Ku ingin banyak makhluk hidup damai dan harmonis baik yang nampak atau yang tidak, sebagai sesama hidup
~ Ku ingin membuat banyak orang tersenyum dan bukan menangis atau bersedih.
~ Ku ingin orang mengingatku karena nama baikku dan bukan karena pakaianku
~ Ku ingin menjadikan seseorang sebagai PRESIDEN RI
~ Barangkali aku juga menjadi PRESIDEN RI, lalu akan kupindahkah Ibukota Negara keluar dari Jakarta
~ Lalu aku bisa tinggal di Istana Negara bersama keluargaku…
~ Aku juga ingin menjadi Dosen, Gubernur, Menteri, DPR
~ Dan di akhir hidupku aku ingin menjadi seorang Petani
Itulah keinginanku tentang Alam Semesta
Cita cita ku yang ketiga adalah,
Tentang Keluargaku
~ Namanya Anna Novitasari, orangnya pemalu tapi cerdas dan mungkin sedikit pedas
~ Aku baru bertemu dua kali dalam hidupku dan mulai saat ini lebih ingin sering duduk dan bercengkrama sebagai kekasih, suami istri.
~ Ku ingin mempunyai 3 orang anak, yang 2 orang anak laki laki dan satu lagi perempuan cantik
~ Akan kuberi nama mereka : “Jeffry Al Rasyid”, “Berbudi Mukti Wibowo” dan “ Endang Susilowati” atas persetujuan keluargaku
~ Aku ingin menikah sekali saja dalam seumur hidupku…..! Satu orang wanita idaman, sesuai pesan ibuku….!
~ Mengenai cita cita anakku, kelak aku akan memberikan mereka kebebasan yang bermakna baik.
~ Aku hanya memberikan energy, motivasi, mengarahkan, menghibur dan mendoakan yang terbaik bagi mereka dan pada akhirnya baik bagiku juga….
~ Aku ingin keempat saudara laki-lakiku semua dikasih umur lebih panjang dariku dan menyaksikan saat saat kematianku
~ Aku ingin kedua orang tuaku dikaruniakan umur yang panjang agar bisa bercanda dengan anak-anak dan istriku….
Semudah itulah menuliskan keinginan dan impian….
Pada akhirnya hanya Tuhan Allah yang bisa mewujudkannya untukku……
Bukan diriku atau orang lainnya….
Jangan takut, Tuhan pasti punya rencana……
Kamis, 12 Mei 2011
Yogyakarta, Stadion Mandala Krida - Mei 2011
Seorang anak muda,
memacu kuda besinya sendirian,
berulang kali memutar lapangan,
sesekali beratraksi,
banyak orang melihat,
namun dia tak peduli lagi dengan mereka,
yang ada hanya kuda besi dan kecepatan.
itulah yang ada dipikirannya
Anak muda itu begitu yakin,
berlatih konsisten,
mencoba dan mencoba lagi,
anak muda menemukan kesenangannya,
Anak Muda Itu punya satu keingingan,
Bahwa suatu saat memenangkan perlombaan
*****
Pada awalnya aku tidak peduli dengan apa yang anak muda itu lakukan, karena sebenarnya suara kuda besinya sering kali menggangguku.
Tapi aku salut dengan TEKAD & PERJUANGAN, hingga aku melihatnya sejenak...!
Seharusnya setiap orang mempunyai tekad dan perjuangan yang sama.
Aku dapatkan pesan dari pemuda itu :
"Kita harus begitu yakin dengan cita-cita kita, apapun itu! Lalu belajarlah untuk menyukainya "
***
Yogyakarta, Stadion Mandala Krida - Mei 2011
Rabu, 12 Januari 2011
Menara - Kerjasama Rakyat Rayap
Ditengah keheningan malam, Malam yang dingin dan sepi
Aku baru terbangun dari tidurku
Aku nyalakan TV channel rajawali,
Kulihat tayangan tokoh favorit di Negeri ini
Mr Amien Rais dan Hidayat Nurwahid
Aku perhatikan seksama sampai selesai
Lalu kumatikan TV
Keluar rumah, kulihat langit gelap dengan beberapa bintang
Aku masuk ke rumah untuk pembaringan,
Aku tersentak dan terkesan,
Melihat karya Agung Sang Pencipta di malam itu
MENARA menjulang tinggi sedang dibangun
Aku sudah paham siapa yang sedang bangun MENARA itu
Kawanan rayap kecil, bahu membahu yang membangunnya
Kuperhatikan dengan seksama dengan senter merahku
Dalam MENARA dengan lubang sempit
Kulihat 3 ekor rayap
Berusaha berjejal dan hilir mudik membawa material tanah kecil
Untuk membuat Menara lebih tinggi
Kulihat ujung atas menjadi sedikit basah
Lalu datang seekor rayap membawa tanah kecil ditempatkan diatasnya
MENARA menjadi semakin tinggi dan tinggi
Terlintas dalam pikiran, apa tujuan mereka ?
Beberapa waktu termenung
Namun
Aku masih tidak paham dengan kawanan rayap malam itu
Apakah yang mereka inginkan
Setelah selesai buat MENARA itu
Aku pikir mereka tidak akan tidur
Di MENARA tinggi dengan lubang sempit
Tak menemukan jawaban pasti
Aku bosan dengan mereka dan apa yang mereka kerjakan
Aku pergi untuk ke pembaringan
Dalam tidurku aku bermimpi
Tapi tidak ada hubungan dengan para rayap tadi malam
Sebuah mimpi yang lain
Seperti ketika aku sedang tidur di hari hari lalu
Ketika bangun pagi
Aku teringat dengan MENARA tadi malam
Sudahkah bertambah tinggi?
Aku sedikit sedih, MENARA itu hilang
Kuperhatikan seksama, masih sedikit tersisa dibagian dasar
Seseorang telah menghancurkannya
Aku baru teringat,
Tadi pagi adikku menyapu lantai
Yang menjadi jadwal rutin di pagi hari
Adikku tidak pernah berpikir dan mengamati
MENARA yang telah dibangun rakyat rayap itu
Jadi dia merusaknya
MENARA itu dianggapnya sampah yang harus dibersihkan
Yang aku yakini, bahwa besok akan ada lagi
MENARA yang lain, para rayap bekerja lagi
Mulai dari awal lagi
Mereka seperti tidak berputus asa
Aku salut dengan kerjasama mereka
Pelajaran hari pertama ini!
Para Kesatria bersusah payah membangun negeri ini Indonesia
Menuju Kejayaan Indonesia
Namun para penjahat negeri ini berusaha merusaknya
Pertanyaan
Dimanakah kaki kita berpijak?
DREAMS OF MY FATHER
Before I was born, my father get dreaming in his sleeping. In that dreams told him that he will receive Second Sword called TAKSAKA WULUNG (might be it means he gets another sword for my older brother also but I am not sure). Then it will make my father become “BERBUDI BOWO LAKSONO” by helping other people. There is a clue when the time will be come true.
When I was told, I think that will be a great true dream. I received it from my father just 2 years ago. I feel late to know in that time! Some time I imagine how if I know about that dream when I was young student. But time can’t be shift to the past.
I understand, how if I received when young student. Because I know that dream is a message with a philosophy, so need to think many times. It will be just the same that my brothers and my fathers failed to understand about the meaning. Nobody can read the message inside that dream before it was told to me.
Lately I understand and the time to come is soon. I feel that I really like to my father’s dream and the sword mean to “me”. The thing I have been doing so long is that I care to other people and try to help as I can. I realize that habit is on me many years ago.
So I think I will be a special person someday, and I hope so! I also feel that Allah teach me by such way that had made me understand. Even now I just lost important things in my live but the good news I still have a good hope. The wise word said. ‘When we someone lost everything, the only left is a hope, a miracle from Allah’
Kamis, 02 Desember 2010
Inerview Mario Teguh
Tantangan kehidupan semakin berat pada tahun mendatang. Harga bahan kebutuhan pokok dan jasa terus naik, sedangkan lapangan kerja kian sempit. Di tengah krisis hampir di semua bidang, termasuk krisis keteladanan para pemimpin, sebagian masyarakat harus mencari solusi mengatasi persoalan. Acara yang menghadirkan motivator, yang memberikan tip-tip keluar dari kesulitan, kini dibanjiri peminat.
Mario Teguh, 51 tahun, adalah salah seorang motivator dan konsultan yang mendapat sambutan hangat. Acaranya yang menggugah semangat di sebuah stasiun televisi dan sejumlah radio tak pernah sepi peminat. Penulis buku One Million Second Chances ini juga rutin menjadi pembicara di seminar-seminar tentang masalah karier, bisnis, dan pengembangan kepribadian.
Menurut Mario, kesulitan yang bakal dihadapi pada 2008 tak perlu dianggap sebagai kendala permanen. "Kesulitan itu bukan batas, melainkan garis yang harus dilampaui. Kesulitan adalah ukuran untuk kita bisa menjadi lebih besar," ujar motivator dan konsultan yang biasa mengucapkan "salam super" ketika menyapa audiensnya itu. Senin lalu, lulusan Indiana University, Amerika Serikat, ini menerima wartawan Tempo, Ngarto Februana, Erwin Dariyanto, dan fotografer Yosep Arkian di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan, untuk sebuah wawancara. Dengan bersemangat dan tutur kata yang terjaga, Mario berbicara tentang apa yang harus dilakukan menghadapi 2008. Berikut ini petikannya.
Menurut Anda, bagaimana kondisi kehidupan pada 2008?
Tahun 2008 mari kita isi dengan cara-cara baru. Cara-cara lama yang pernah dipakai pada tahun sebelumnya, yang terbukti gagal, ditinggalkan. Yang sudah membuahkan hasil lebih ditingkatkan lagi. Karena pasti persaingan kehidupan akan makin tinggi serta pola kehidupan sosial masyarakat, terutama di Jakarta, tidak menentu. Populasi penduduk yang padat serta kemacetan lalu lintas menjadi konsumsi setiap hari. Infrastruktur yang ada rentan terhadap perilaku masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, harga-harga bahan kebutuhan pokok juga semakin tinggi, inflasi akan terus bergejolak. Komunikasi fisik terkendala oleh masalah transportasi, kemacetan.
Apa yang harus dilakukan menghadapi kendala komunikasi fisik ini?
Menghadapi tahun depan, kita harus cerdas, harus menggunakan waktu di antara ketidakpastian schedule. Ke depan, saya rasa, dalam kehidupan masyarakat untuk beraktivitas tidak lagi diperlukan kehadiran fisik. Alasannya, yang saya lihat ke depan perhatian dan aktivitas, khususnya pelaku bisnis, tidak lagi tersentral di pusat kota. Ke depan masyarakat akan berusaha bagaimana membuat kantor pusat tetap di pusat kota, tapi operasionalisasi di luar pusat kota. Ini akan menciptakan kesempatan berbisnis yang tertata di luar kota.
Kesimpulannya, di tahun-tahun depan, dalam bisnis yang diperlukan bukan kehadiran fisik, melainkan kehadiran nama. Setiap pribadi yang mau berhasil harus menjadi pribadi yang ternama di bidangnya. Nah, saya minta ke depan, ayo menjadi orang yang kuat dan ternama di bidang apa pun. Bagaimana caranya? Ya, dengan meningkatkan kemampuannya masing-masing. Di tengah sulitnya transportasi seperti saat ini, kita tidak punya waktu untuk ketemu banyak orang. Tapi, kalau kita sudah punya nama di bidang apa pun, kehadiran fisik itu tidak perlu. Kita bisa berkomunikasi lewat faks, telepon, e-mail, dan sebagainya.
Kehidupan makin sulit, bagaimana sebaiknya kita bersikap?
Pertama, kalau menemui kesulitan, jangan anggap itu sebagai kendala permanen. Kesulitan itu bukan batas, tapi garis yang harus dilampaui. Kesulitan adalah ukuran untuk kita bisa menjadi lebih besar. Orang yang menganggap kesulitan sebagai kendala permanen, maka (dia) akan mengalami kesulitan itu terus. Pada tahun-tahun depan dia juga akan menemui kesulitan yang sama, tanpa bisa berpikir bagaimana memecahkannya.
Kedua, tujuan yang saat ini belum bisa kita capai adalah target untuk dicapai. Caranya bagaimana? Banyak orang memiliki target, tapi tidak bisa mencapainya. Nah, ketidakmampuan ini dijadikan alasan. Tahun depan, ayo kebiasaan seperti itu dibalik. Cita-cita tetap dibuat tinggi, jangan diturunkan, kemampuan yang terus ditingkatkan.
Di bidang bisnis, bagaimana sikap yang harus diambil para pebisnis untuk menghadapi tahun depan?
Dalam bisnis itu ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu biaya produksi yang sudah pasti terus naik, dan kedua, ketidakpastian pendapatan dan keuntungan yang belum tentu naik. Kita ini berjalan pada kepastian biaya produksi serta ketidakpastian pemasukan dan keuntungan. Jadi para pemimpin bisnis tujuannya ke depan harus membangun cara-cara menghasilkan produk. Produk itu merupakan pintu masuk uang. Para pengusaha akan bersaing dalam mengembangkan produk. Produk dalam pengertian merek; bukan barang, melainkan brand. Bagaimana dua buah barang yang sebetulnya sama isinya, tapi dimereki berbeda. Seperti pada beberapa telepon seluler, fitur, isi layanan, fasilitasnya sama, tapi mereknya berbeda. Jadi pengusaha harus lebih smart dalam penciptaan nama bagi produk dan pelayanannya. Tahun depan hendaknya pengusaha lebih smart dalam mendesain produk lebih ke arah konsep dengan membangun image, brand, pembaruan merek, peremajaan nama, dan perbaikan logo.
Menjelang Pemilu 1999, Anda punya tip bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang baik?
Pertama, pilihlah pemimpin yang tidak menjelekkan orang lain. Dari situ masyarakat bisa tahu, calon pemimpin yang cenderung menjelekkan pesaingnya justru calon yang tidak baik. Orang yang menyadari dirinya tidak baik, akan berusaha menutup-nutupi keburukannya, dan membuat dirinya lebih menonjol daripada calon lain. Caranya, ya, dengan menjelek-jelekkan lawannya. Seorang pemimpin yang baik akan mengatakan yang baik yang bisa dikatakan sehingga pesaingnya tidak bisa menyaingi kebaikannya.
Anda punya contoh pemimpin kita yang patut jadi panutan?
Gimana, ya? Pertama, saya nonpartisan. Repotnya lagi, di Indonesia ini kalau kita menyebut satu tokoh, kita bisa dicap partisan. Kedua, proses penggemblengan calon pemimpin untuk menjadi pemimpin belumlah mapan. Pribadi yang kita kagumi tidak mesti orang besar. Jadi di Indonesia ini saya lebih baik tidak memiliki satu tokoh idola. Lebih baik saya mendeskripsikan konsep pemimpin yang amanah.
Seperti apa?
Menurut saya, calon pemimpin kita sekarang ini secara pribadi belum cukup cerdas untuk memimpin kompleksitas kehidupan bernegara. Kebanyakan dari mereka menjadi pemimpin karena warisan nama, kepartaian, ataupun warisan masa lalu. Bagaimana seorang pemimpin bisa disebut jujur kalau banyak yang tidak wajar dari kekayaannya, pendapatannya dari mana? Bagaimana bisa memimpin 200 juta penduduk Indonesia kalau tidak memiliki kestabilan emosi. Belum lagi masalah-masalah lain. Misalnya, dalam memilih orang. Okelah pemimpin itu cerdas, jujur, memiliki kestabilan emosi yang baik, tapi kalau tidak bisa memilih orang sebagai pembantunya, apa jadinya?
Kepemimpinan besar itu, menurut saya, bukanlah kepemimpinan pribadi, melainkan kepemimpinan kolektif. Kalau menggunakan konsep sebuah perusahaan, Indonesia ini sebuah kantor pusat. Maka provinsi adalah kantor wilayah, kabupaten, dan kota madya adalah kantor cabang, kecamatan adalah kantor pembantu. Kalau melihat dengan standar itu, tidak akan ada orang yang tidak menghasilkan di negeri ini. Semua orang akan menghasilkan produk. Dan istilah pada akhir tahun tidak lagi pertanggungjawaban, tapi pertanggunghasilan. Jadi yang tidak menghasilkan, silakan minggir.
Anda sering mengatakan, "Contohlah cara orang-orang besar mengerjakan sesuatu...."
Banyak sekali cara orang besar yang patut diteladani. Mereka itu mengabaikan hal-hal yang tidak prinsip. Ada pemimpin yang gampang tersinggung oleh pernyataan seorang lawan politiknya dan memilih mengurusi orang yang menyinggungnya itu. Akhirnya, waktu yang seharusnya bisa untuk mengurusi masalah rakyat terbuang sia-sia. Pemimpin ini khawatir jika tidak terpilih lagi pada pemilihan selanjutnya. Hal ini, menurut dia, tidak lebih prinsip ketimbang berusaha agar menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik akan merasa khawatir tidak bisa bekerja melayani masyarakatnya dengan baik ketimbang khawatir tidak terpilih lagi pada pemilihan berikutnya. Maaf, saya tidak biasa sebut nama.
Kedua, orang besar itu berfokus pada kepuasan masyarakat yang dilayani dan tidak banyak bicara soal teori. Ketiga, orang besar akan selalu membangun tatanan politik menuju pembangunan yang akan datang. Siapa pun yang akan meneruskan kepemimpinan kita harus lebih mampu dan lebih baik daripada kita. Orang-orang seperti ini ikhlas, berarti dia mulai bekerja dari sekarang, tapi tidak khawatir apakah dalam pemilihan berikutnya akan terpilih atau tidak. Saya bisa menyebut contoh-contoh orang besar, antara lain Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, dan Kahlil Gibran. Mereka ini orang-orang besar yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat. Tidak banyak teori dan langsung bekerja di lapangan bersama rakyat. Hebatnya lagi, waktu mereka untuk menjadi besar sama dengan waktu kita. Mahatma Gandhi memiliki waktu yang sama dengan kita untuk menjadi orang besar. Kenapa kita, Indonesia, belum memiliki orang sehebat Mahatma Gandhi, Bunda Teresa, padahal waktu yang kita miliki sama.
Apa tip Anda menyambut tahun depan?
Pertama, harus sangat praktis, yang tidak menghasilkan, tinggalkan. Berapa banyak orang yang bekerja di sebuah perusahaan dengan hasil yang kecil, tapi tetap dipertahankan? Banyak teman yang tidak menjadi lebih pandai di bidangnya. Mari mulailah tahun 2008 dengan berusaha menjadi orang yang lebih besar, kuat, dan tinggi.
Apakah karena kita tidak memiliki nilai-nilai kejujuran, bangsa kita sulit lepas dari krisis?
Kata "jujur" sebaiknya diganti dengan "setia pada yang benar". Karena, itu istilah yang terluka oleh perilaku kehidupan kita berbangsa ini. Bagaimana kalau itu dimulai pada pemimpin yang tertinggi hingga level masyarakat paling bawah untuk setia pada yang benar. Masalahnya, hingga kini belum ada pendidikan setia pada yang benar. Kedua, apakah ada kesungguhan dari pemimpin untuk menjaga kebenaran. Begini, pemimpin itu ada tiga tugasnya: pertama, meneladankan yang benar; menganjurkan yang benar; dan terakhir, mengharuskan yang benar. Nah, pada pemilu yang akan datang, kita harus menganjurkan masyarakat memilih pemimpin yang mengajak pada kebenaran.
Anda punya contoh orang yang memenuhi kriteria tersebut?
Ada, tapi saya tidak mau menyebut nama dan afiliasinya.
Anda pernah mengatakan, "Ambil bebannya, jangan ambil jabatannya." Apa maksudnya?
Kalau tidak mau memikul bebannya, jangan mau ambil jabatannya, itu kalimat saya. Jadi, kalau ada pemimpin yang mengeluh soal jabatannya, itu berarti orang yang seharusnya tidak mengambil jabatannya. Karena, dalam jabatan itu ada beban dan masalah. Tuhan tidak akan memberi beban manusia di luar kemampuannya. Berarti, orang yang diberi beban kemudian mengeluh, jabatan itu terlalu besar baginya. Jadi seorang pemimpin tidak boleh mengeluhkan organisasinya, kelengkapannya, masyarakat yang dipimpinnya. Lo, tapi kan banyak masalah? Masalah itu bagi orang lemah. Bagi orang kuat, masalah berubah bentuk menjadi prioritas. Limbah di sungai, penebangan hutan, longsor, itu masalah bagi yang mengamati. Banyak kan pejabat yang hanya jadi pengamat. Tapi, bagi pejabat yang action oriented, itu jadi prioritas. Jadi jangan melihat masalah, jangan keluhkan, lihat itu sebagai prioritas.
Apakah menjadi motivator memang cita-cita Anda dari kecil?
Ya. Ini memang cita-cita saya sejak kecil. Tapi sebetulnya saya itu orangnya pendiam dan pemalu. Apa yang Anda lihat selama ini, baik di TV, seminar, maupun Anda dengar di radio, itu bukanlah saya, melainkan keterampilan seorang Mario Teguh. Mario Teguh yang asli adalah seorang pemalu, pendiam, tapi pemaaf.
Dari mana Anda mendapat inspirasi dalam memberikan motivasi?
Dari perenungan terhadap apa yang terjadi di sekeliling saya, yang terjadi di negara kita, apa yang terjadi pada politikus kita, juga dari buku-buku yang saya baca.
Bagaimana Anda mengelola kesibukan?
Ya, memang akhirnya saya harus kurang tidur, kurang istirahat, tapi itu adalah biaya dari pelayanan. Jadi sudah terbiasa. Tapi, itu saya kompensasi dengan gizi yang baik dan perasaan yang sedamai mungkin. Prinsip yang saya gunakan adalah saya berjalan dengan kecepatan berlari. Jadi tidak tergesa-gesa, tapi fokus pada pekerjaan sehingga waktu kita lewati dengan indah.
Banyak orang tertekan oleh kesibukan dan akhirnya justru stres....
Begini, stres itu yang pertama yang menjadikan pegas punya potensi. Pegas itu, kalau tertekan, punya potensi. Kalau tidak tertekan, dia tidak punya potensi. Sebetulnya stres itu adalah kekuatan atau tenaga. Banyak orang dalam (kondisi) stres itu justru berakibat ketidakmampuan seseorang dalam penjadwalan beban. Ini sesuatu yang tidak bisa diselesaikan sekarang, berarti selesaikan nanti. Kedua, ini bukan saya yang harus memikirkan, berarti orang lain. Ketiga, kalau kita tidak bisa melakukan, berarti harus ada keikhlasan untuk menyerahkan urusan itu kepada Tuhan.
Dengan tingkat kesibukan yang tinggi, apakah Anda sempat meluangkan waktu untuk keluarga?
Masih. Setiap tiga bulan sekali saya luangkan waktu khusus untuk "pacaran" dengan Bu Linna (istrinya). Di samping itu, saya sering berjalan-jalan dengan kedua anak saya untuk belanja alat-alat teknologi. Kebetulan saya hobi mengumpulkan alat-alat teknologi canggih. Setiap ada perkembangan alat yang canggih, saya akan membeli.
BIODATA
Nama: Sis Maryono Teguh
Lahir: Makassar, 5 Maret 1956
Istri: Linna
Pendidikan:
# New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975
# Jurusan Linguistik dan Pelajaran Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1)
# Jurusan Interaksi Bisnis, Sophia University, Tokyo, Jepang
# Indiana University, Amerika Serikat, 1983
Pekerjaan:
# Konsultan/motivator
# CEO Business Effectiveness Consultant
Buku:
# Becoming a Star (2006)
# One Million Second Chances (2006)
Warung Soto Ayam Mulud
So Delicious
By Hari
Jalan Pasar Cawas - Pedan
Sentul Cawas